Pengusaha Sebut Okupansi Hotel Menurun 20% di Lebaran 2025
JAKARTA, investortrust.id - Pengusaha yang tergabung dalam perhimpunan hotel dan restoran Indonesia (PHRI) mengeluhkan penurunan okupansi hotel selama momen libur Lebaran Idulfitri 1446 H/2025 M.
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengungkap, penurunan okupansi hotel hampir terjadi di sejumlah kota-kota besar di Indonesia. Dia menyebut penurunan okupansi hotel rata-rata sekitar 20% pada momen libur Lebaran tahun ini.
"Tadi saya sempat telepon (pengusaha) di beberapa daerah seperti Solo, Jogja, Bali, begitu yang saya sempat cek. Ternyata turun rerata sekitar 20%," ungkapnya saat ditemui di kompleks Widya Chandra V, Jakarta, Selasa (1/4/2025).
Baca Juga
Archipelago Hotels Tawarkan Penginapan untuk Liburan Ramadan
Menurut Hariyadi, penurunan okupansi hotel yang terjadi dalam libur Lebaran kali ini terjadi lantaran adanya melemahnya daya beli masyarakat. Dia mengatakan reservasi terhadap okupansi hotel puncaknya terjadi pada H-2 Lebaran tahun ini.
Lalu dia menambahkan para pemudik atau wisatawan memenuhi okupansi hotel tidak sampai pada penghujung momen libur Lebaran. Diketahui libur Lebaran kali ini seperti ditetapkan pemerintah adalah sampai dengan 7 April 2025.
Baca Juga
Budget Cuts Threaten Indonesia’s Hotel Industry with Mass Layoffs
Dia mencontohkan rata-rata hotel di Solo mengalami puncak okupansi di tanggal 4-5 April 2025, kemudian di Jogja sampai tanggal 6 April 2025. Adapun penurunan okupansi juga terjadi di wilayah favorit wisata seperti Bali.
"Jadi secara umum sih turun (okupansi hotel) secara nasional," sebutnya.
Sebagai catatan hasil survei potensi pergerakan nasional oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah pemudik Lebaran 2025 mencapai 146,48 juta orang atau sekitar 52% dari total penduduk Indonesia.
Angka itu turun 24% dibandingkan 193,6 juta pemudik yang melakukan perjalanan pada Lebaran 2024.

