Garuda Indonesia (GIAA) Ungkap Peluang Pergantian Direksi Citilink
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengungkap telah mengantongi sejumlah nama yang bakal dinominasikan sebagai direksi anak usahanya, PT Garuda Maintanance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau Cililink.
Direktur GIAA Ade R. Susardi mengatakan, perseroan telah memulai proses pergantian direksi Citilink. Pergantian tersebut juga tergolong wajar, lantaran masa jabatan telah berakhir. Namun dia belum bersedia membocorkan nama-namanya.
"Ada beberapa calon, namun belum bisa dibocorkan nama-namanya, karena prosesnya panjang," jelas dalam Konferensi Pers Kesiapan BUMN Menyambut Idulfitri 2025 di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Baca Juga
Garuda Indonesia (GIAA) Tambah 1 Pesawat Boeing, Bakal Operasikan 75 Armada
Sementara itu, Head of Corporate Communications Garuda Indonesia Dicky Irchamsyah mengatakan, periode kepengurusan jajaran direksi Citilink sudah selesai. Saat ini, perseroan tengah dalam tahapan usulan bersama dengan stakeholders terkait calon nama-nama pengganti.
"Jadi memang saat ini masih dalam diskusi, hanya saja nama-nama belum bisa disclose ke publik, sampai dengan masa penunjukannya sudah berlaku," jelas Dicky.
Sejauh ini, menurut dia, tahap pembahasan masih dibahas secara internal. Rencananya perubahan ini akan rampung pada kuartal II-2025 atau sebelum semester II-2025.
Baca Juga
Sambut Libur Lebaran, Garuda Indonesia (GIIA) Siapkan 1,9 Juta Kursi dan 95 Armada
Sebelumnya, Garuda Indonesia yang menaungi maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink mengungkapkan kesiapannya melayani penumpang dalam menyambut periode libur Lebaran 2025/1446 hijriah. Garuda menyiapkan hingga 1,9 juta kursi penumpang dan 95 armada pesawat. "Ini kesiapan kita untuk menampung traffic Lebaran dan ini tumbuh (lebih banyak) dari tahun sebelumnya," kata Ade Susardi.
Ade menjelaskan, sebanyak 1,9 juta kursi tersebut merupakan akumulasi total dari yang disediakan Garuda Indonesia dan Citilink. Dari total kursi yang disediakan, Garuda Indonesia Indonesia menyiapkan 1.027.255 kursi, sedangkan Citilink menyediakan 902.830 kursi. Hal itu sejalan dengan peningkatan frekuensi penerbangan 10.906 dari kedua maskapai.

