Dorong Swasembada Energi, Kementerian PU Lelang 10 Bendungan Prioritas
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melelang 10 bendungan prioritas dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) pembangkit listrik tenaga air atau mikrohidro (PLTA/PLTM) guna mendorong Asta Cita swasembada energi.
''Kami ingin bendungan berperan dalam mencapai swasembada energi sesuai Asta Cita. Untuk itu, berbagai langkah perlu dilakukan agar pemanfaatan bendungan lebih maksimal,'' kata Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti dalam keterangannya, dikutip Senin (3/3/2025).
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra memaparkan, sebanyak 35 dari 61 bendungan yang telah dibangun telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dengan potensi 250,51 megawatt (MW).
Baca Juga
Kementerian PU Pastikan 16 Proyek Bendungan Masuk PSN di Era Prabowo
''Dari 35 bendungan terdapat 10 bendungan prioritas KPBU PLTA, yakni Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo, Bendungan Way Apu di Maluku, Bendungan Lau Simeme di Sumatera Utara, Bendungan Keureuto di Aceh, dan Bendungan Cipanas di Jawa Barat,'' paparnya.
Selanjutnya, kata Rachman, Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan, Bendungan Batang Tongar di Sumatera Barat, Batang Batahan di Sumatera Utara, Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat, dan Bendungan Bener di Jawa Tengah.
Dikatakan Rachman, saat ini ada tiga bendungan dalam proses KPBU PLTA/PLTM, yakni Bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan dengan nilai Rp 1,12 triliun, Bendungan Bintang Bano di Nusa Tenggara Barat (Rp 163,442 miliar), dan Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat (Rp 418 miliar).
Baca Juga
Menteri PU: Proyek Bendungan Baru Digarap Lewat KPBU Unsolicited
''Ketiga bendungan ini potensial untuk mendukung ketahanan energi. Bendungan Tiga Dihaji berpotensi menghasilkan listrik 40 MW, Bendungan Bintang Bano 6,3 MW, dan Bendungan Leuwikeris 7,4 MW,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menekankan pentingnya mengintegrasikan pembangunan bendungan dan PLTA dalam satu skema KPBU.
''Jika skema KPBU dapat menggabungkan pembangunan bendungan dan PLTA dalam satu paket, prosesnya akan lebih efisien. Dengan skema satu paket baik untuk irigasi, air baku maupun PLTA perencanaan ekonomi bisa lebih matang sejak awal. Ketika ditawarkan dalam skema KPBU nilai keekonomiannya bagi pelaku usaha juga menjadi lebih menarik,'' tuturnya.

