Huawei Catat Pendapatan Tahunan Hampir Rp 2.000 Triliun
SHANGHAI, investortrust.id - Huawei berhasil mencatatkan pendapatan tahunan sebesar 860 miliar yuan (sekitar Rp 1.935 triliun) sepanjang 2024 atau tumbuh 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini menandai laju pertumbuhan tercepat perusahaan dalam 4 tahun terakhir.
Diberitakan Reuters, Rabu (5/2/2025), Direktur Utama Huawei Liang Hua menyampaikan dalam sebuah forum di Guangzhou bahwa operasi keseluruhan perusahaan pada 2024 sesuai ekspektasi. Pasalnya, infrastruktur teknologi Informasi dan komunikasi tetap stabil, bisnis konsumen kembali tumbuh, dan solusi mobil pintar berkembang pesat.
Baca Juga
Saat iPhone 16 Belum Bisa Dijual di Indonesia, Dominasi Apple di China Disalip Vivo dan Huawei
Kebangkitan bisnis konsumen Huawei didorong peluncuran ponsel baru dengan chipset buatan lokal pada Agustus 2023. Langkah ini berhasil menantang sanksi AS dan meningkatkan pangsa pasar Huawei di China menjadi 16%, melampaui Apple.
Selain itu, pada paruh pertama 2024, laba bersih Huawei meningkat 18% menjadi 54,9 miliar yuan (sekitar Rp 123,8 triliun), didorong penjualan smartphone yang kuat dan pertumbuhan signifikan dalam bisnis otomotif. Pendapatan perusahaan melonjak 34% menjadi 417,5 miliar yuan (sekitar Rp 941 triliun) selama periode tersebut.
Secara keseluruhan, pasar smartphone China mengalami pertumbuhan moderat sebesar 4% pada 2024, dengan pengiriman mencapai 285 juta unit. Huawei menempati peringkat kedua dengan pengiriman 46 juta unit, menunjukkan pertumbuhan tahunan mengesankan sebesar 37%. Pertumbuhan ini tidak hanya didorong bisnis smartphone, tetapi perkembangan solusi mobil pintar.
Baca Juga
Gandeng Huawei, Indosat (ISAT) Resmikan Digital Intelligence Operation Center
Huawei telah menjalin kemitraan dengan produsen mobil untuk mengintegrasikan teknologi mengemudi otonom dan perangkat lunak dalam mobil. Misalnya, BYD berencana mengadopsi sistem mengemudi otonom terbaru Huawei ke dalam SUV Bao 8.
Meski menghadapi tantangan dari sanksi AS, Huawei berhasil meningkatkan pangsa pasar di Tiongkok menjadi 18,1% pada kuartal kedua 2024. Perusahaan ini terus berinvestasi dalam inisiatif teknologi tinggi yang sejalan dengan upaya China mendiversifikasi ekonomi mereka. (C-13)

