Pengamat Tekankan Soal Investasi Riil di tengah Belum Jelasnya Peredaran iPhone 16
JAKARTA, investortrust.id - Nasib peredaran iPhone 16 di Indonesia masih belum menemukan kejelasan sampai saat ini. Executive Director Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengingatkan pemerintah akan perlunya investasi rill dari Apple di Indonesia.
Pemerintah lewat Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa nilai investasi Apple sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp 16 triliun) untuk pabrik AirTag tidak bisa memenuhi syarat terbitnya sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Heru menyinggung langkah Apple yang sebelumnya memilih jalur investasi lewat Apple Developer Academy dinilai tidak maksimal. "Kita sudah lihat bahwa Apple Developer Academy ini dapat dikatakan gagal. Dan juga kita melihat bahwa itu hanya upaya Apple bisa menjual produk di Indonesia," kata Heru kepada investortrust.id, Senin (20/1/2025).
Mantan Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional itu juga menyebut jika investasi Apple, atau merek apapun seharusnya bersifat rill. Soalnya, investasi semacam Apple Developer Academy dianggap bias dan tidak jelas perhitungannya.
"Kita juga harus memastikan bahwa mereka investasinya yang diberikan itu investasi rill. Jangan sampai kemudian mereka memberikan kursus, kemudian satu orang dinilai sekian juta. Nah, kan harusnya tidak seperti itu penghitungannya. Kalau penghitungan seperti itu ya semua nanti akan investasi yang tidak rill juga," sambungnya.
Pemerintah lewat Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa nilai investasi Apple sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp 16 triliun) untuk pabrik AirTag tidak bisa memenuhi syarat terbitnya sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Heru menyinggung langkah Apple yang sebelumnya memilih jalur investasi lewat Apple Developer Academy dinilai tidak maksimal. "Kita sudah lihat bahwa Apple Developer Academy ini dapat dikatakan gagal. Dan juga kita melihat bahwa itu hanya upaya Apple bisa menjual produk di Indonesia," kata Heru kepada investortrust.id, Senin (20/1/2025).
Mantan Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional itu juga menyebut jika investasi Apple, atau merek apapun seharusnya bersifat rill. Soalnya, investasi semacam Apple Developer Academy dianggap bias dan tidak jelas perhitungannya.
"Kita juga harus memastikan bahwa mereka investasinya yang diberikan itu investasi rill. Jangan sampai kemudian mereka memberikan kursus, kemudian satu orang dinilai sekian juta. Nah, kan harusnya tidak seperti itu penghitungannya. Kalau penghitungan seperti itu ya semua nanti akan investasi yang tidak rill juga," sambungnya.
Baca Juga
Saat iPhone 16 Belum Bisa Dijual di Indonesia, Dominasi Apple di China Disalip Vivo dan Huawei
Menyinggung soal rencana pembangunan pabrik AirTag di Batam, Heru menjelaskan bahwa hal itu bisa menjadi pandangan yang berbeda bagi Kemenperin dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Kalau Kementerian Investasi, indikator kinerja mereka itu kan besarnya investasi yang masuk. Sementara Kemenperin punya indikator terkait dengan pemenuhan TKDN, termasuk juga bangunan pabrik misalnya. Saya melihat persoalan ini agar juga tidak memberikan kebingungan bagi Apple, karena bagaimanapun mereka ada niat baik untuk investasi di Indonesia." sambung Heru.
Selain itu, Heru mengatakan perlu adanya kepastian yang terukur dari rencana pembangunan pabrik AirTag di Batam. Dia mengaku jangan sampai hal ini menjadi 'akal-akalan' Apple agar bisa membangun pabrik, tanpa melihat potensi produk itu sendiri di Tanah Air.
"Tentu juga kalau misalnya (pabrik) AirTag harus dipastikan jangan sampai kemudian ada rencana untuk membuat AirTag di Indonesia, tapi produk ini tidak laku misalnya. Sehingga rencananya sekian tahun, mungkin berhenti 6 bulan atau 1 tahun. Ini kan juga tidak sustain," himbaunya.
Heru menyebut, jika memang diperlukan pemerintah Indonesia bisa membuka pintu negosiasi satu pintu bagi Apple agar semua syarat bisa dipenuhi dan tepat sasaran.
"Jadi kalau saya mengusulkan bahwa agar nanti menjadi satu pintu negosiasi Apple dengan pemerintah Indonesia. Ini sudah saatnya di bawah kendali minimal, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian," ungkap Heru. (C-13)

