WEF: Pelaku Usaha Dibayangi Kekhawatiran dan Kewaspadaan pada 2025
JAKARTA, investortrust.id - World Economic Forum (WEF) merilis The Global Risks Report 2025 yang menunjukkan kekhawatiran dan kewaspadaan para pelaku usaha dunia mengenai tantangan global pada 2025.
“Survei persepsi risiko global tahun ini menunjukkan rasa waspada meningkat dalam jangka pendek,” kata Managing Director Saadia Zahidi, dikutip Jumat (17/1/2025).
Baca Juga
WEF Prediksi Profesi Ini Bakal Terancam Digantikan AI di 2030
Kewaspadaan yang menjadi kekhawatiran 11.000 responden pemimpin bisnis di 121 negara itu adalah lingkungan dengan munculnya cuaca ekstrem hingga polusi. Para responden mendesak segera ditentukan solusi.
Kekhawatiran lainnya, yaitu konflik bersenjata antarnegara dan konfrontasi geoekonomi yang tetap relatif tinggi. Menurutnya, risiko geopolitik menjadi daftar teratas kekhawatiran pelaku bisnis. Ketakutan dan ketidakpastian mengaburkan prospek di berbagai belahan dunia, termasuk di Ukraina, Timur Tengah, dan Sudan.
Sementara ketimpangan pendapatan masyarakat menempati peringkat tinggi di antara kekhawatiran dunia usaha. “Polarisasi masyarakat semakin memperkeras pandangan dan memengaruhi pembuat kebijakan. Polarisasi terus mengobarkan api misinformasi dan disinformasi,” ucap dia.
Baca Juga
Forum WEF Bisa Jadi Inspirasi untuk Siasati Tantangan Global
Dalam riset, artificial intelligence (AI) menyebabkan munculnya konten palsu. Sementara, masalah ekonomi justru tidak masuk dalam kekhawatiran pelaku usaha. Inflasi dan kemerosotan ekonomi dunia tidak lagi menjadi perhatian utama responden.
Berdasarkan survei, lima besar ancaman global yang menjadi perhatian mayoritas responden, yaitu konflik bersenjata berbasis negara (23% responden), bencana alam ekstrem (14% responden), konfrontasi geoekonomi (8% responden), misinformasi dan disinformasi (7% responden), dan polarisasi sosial (6% responden).
Saadia mengatakan, para pemimpin di seluruh sektor publik dan swasta, masyarakat sipil, organisasi internasional, dan akademisi harus memegang tongkat estafet untuk bekerja sama secara terbuka dan konstruktif satu sama lain.

