ID Food Ajak Kemendag Kolaborasi untuk Jaga Pasokan Pangan
JAKARTA, investortrust.id - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food, Holding BUMN Pangan rajin menjalin kolaborasi dengan kementerian dan lembaga untuk menjaga pasokan bahan pangan denagn tujuan akhir untuk mencapai swasembada pangan. Terbaru, ID Food juga mulai mengajak Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam program ini.
Hal itu disampaikan Direktur Supply Chain Management dan Teknologi Informasi ID Food Bernadette Raras dalam acara Investortrust Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Memperkuat Basis Pangan Lokal, Memacu Pertumbuhan Ekonomi 8%” di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (19/12/2024).
"Di BUMN terutama kita kolaborasi dengan Kementan (Kementerian Pertanian), Bapanas (Badan Pangan Nasional), saat ini Kemenko Pangan (Kementerian Koordinator Bidang Pangan) gitu ya, dan juga lembaga-lembaga lainnya, kita membuat kolaborasi swasembada pangan antar lembaga, yang kemarin juga kita mulai mengajak Kemendag," ujar Bernadette.
Langkah kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan misalnya, dilakukan untuk penguatan kerja sama pasar luar negeri. Sebagai produsen dan distributor pangan berkualitas, ID FOOD diharapkan dapat terus membangun strategi untuk menjaga pasokan komoditas pangan dan memperkuat ekonomi petani, peternak, nelayan, dan pelaku, serta menjadi perusahaan pangan yang mampu go international.
Baca Juga
Bulog Sebut RI Harus Optimalkan Infrastruktur dalam Pengelolaan Beras
Bernadette menjelaskan, kolaborasi swasembada pangan antar lembaga telah berjalan selama dua tahun, dan pada tahun 2024 ini merupakan tahun ketiganya. Menurut Bernadette, ID Food tidak sendirian, tapi ada juga Bulog.
"Dulu project leader-nya di tahun lalu, tahun 2023, itu adalah ID Food. Namun mulai dari tahun 2024 dan seterusnya, ini dibagi berdasarkan portfolio BUMN. Misalnya PTPN, itu membawahi teh, kopi, kakao," ungkap Bernadette.
Lebih lanjut, Bernadette menyebut, tujuan dari kolabirasi antarlembaga ini adalah melakukan pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan serta melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi, dengan target peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
"Di mana disini melibatkan teknologi yang ujung-ujungnya targetnya adalah meningkatkan produktivitas petani tersebut. Mulai dari kita memberikan KUR, tentu ini dengan BRI, BRI hanya leader, di dalamnya itu ada Mandiri dan juga BNI, masing-masing memberikan pinjaman KUR, dan juga disitu ada Mekaar. Lalu kemudian Perhutani bekerja sama dengan Kementerian Perhutanan, itu memberikan sewa lahan, dan yang lain-lain disini ada asuransi," jelas Bernadette.

