Kementerian PU Mulai Rehabilitasi DI Cibaliung Banten, Nilai Proyek Rp 233,8 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah memperluas Daerah Irigasi (DI) Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan nilai proyek senilai Rp 233,8 miliar. Dana ini bersumber dari Loan Economic Development Cooperation Fund (EDCF)
“Biaya pekerjaannya bersumber dari Loan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) senilai Rp233,8 miliar dengan masa pekerjaan 730 hari kalender dan ditargetkan selesai Oktober 2026,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Bob Arthur Lombogia dalam keterangan resmi, dikutip Minggu, (3/11/2024).
Ia menegaskan, proyek perluasan DI Cibaliung ini untuk meningkatkan kapasitas saluran irigasi guna memacuproduktivitas pertanian Provinsi Banten yang sejalan dengan Asta Cita Prabowo Subianto terkait swasembada pangan.
Baca Juga
“Program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi merupakan salah satu program prioritas Kementerian PU dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan,” imbuh Bob.
Bob juga memaparkan, pihaknya telah memulai pekerjaan rehabilitasi DI Cibaliung di Kecamatan Cikeusik seluas 4.303 hektare (ha) sejak 18 Oktober 2024. Adapun rehabilitasi jaringan irigasi tersebut terdiri dari Cibaliung Kiri seluas 1.810 ha dengan debit 2,73 m3/detik dan Cibaliung Kanan seluas 2.493 ha dengan debit 3,76 m3/detik.
“Pekerjaan rehabilitasi DI Cibaliung di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan kontraktor pelaksana Hansol - Waskita, Joint Venture,” terang dia.
Bob menuturkan, anggaran sebesar Rp 233,8 miliar itu akan digunakan untuk peremajaan Bendung Cibaliung, penanganan saluran primer sepanjang 24,43 km dan saluran sekunder sepanjang 13,83 km pada DI Cibaliung Kanan, serta saluran primer DI Cibaliung kiri sepanjang 7,31 km.
Baca Juga
Daaz Bara Lestari Pasang Harga IPO Rp 880, Begini Valuasi dan Rekomendasinya
“Selanjutnya juga dilakukan rehabilitasi pada bangunan bagi sadap sebanyak tiga buah, bangunan ukur satu buah, bangunan terjun lima buah, bangunan sadap 31 buah, gorong-gorong pembuang 44 buah, dan talang pembuang 36 buah,” ungkap dia.
Melalui program rehabilitasi, lanjut Bob, diharapkan sistem pengelolaan air pada DI Cibaliung dapat dimodernisasi, sehingga meningkatkan kapasitas saluran irigasi serta dapat memaksimalkan potensial sumber daya lahan pertanian dan air irigasi.
“Diharapkan program rehabilitasi DI Cibaliung berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Pandeglang dengan Indeks Pertanaman meningkat dari dari 113% menjadi 190%,” tutup Bob.

