Aburizal Bakrie Minta Prabowo-Gibran Urai Intervensi Politik di Dunia Usaha
JAKARTA, investortrust.id - Pendiri Yayasan Dana Darma Pancasila yang juga pengusaha, Aburizal Bakrie, memberikan pandangannya terhadap perkembangan ekonomi khususnya dunia usaha domestik dalam beberapa waktu ke belakang. Menurut dia, dunia usaha domestik selain kekurangan knowledge based economy, juga terlalu banyak kepentingan-kepentingan atau intervensi politik
Pria yang akrab disapa Ical, mengungkap situasi tersebut cenderung tidak sehat bagi ekosistem dunia usaua domestik. Dia berharap pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat membenahi persoalan itu. Lanjut dia, ke depan diharapkan akan muncul figur-figur baru yang memiliki knowledge based economy serta keterampilan bersaing di dunia usaha.
"Inilah yang kira-kira dengan satu harapan bahwa pemerintah yang baru Bapak Prabowo dan Gibran ini benar-benar bisa membenahi masalah-masalah ini," kata Ical dalam agenda peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Aliansi Kebangsaan di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (29/10/2024).
Kemampuan para pelaku untuk bersaing, kata Ical, merupakan modal bagi bangsa Indonesia untuk keluar dari middle income trap. Dia melanjutkan, kemampuan untuk bersaing, menguasai disiplin imu pengetahuan, baik di bidang ekonomi, keuangan, maupun teknologi, akan mengantarkan bangsa ini mencapai cita-cita visi Indonesia Emas 2045.
Baca Juga
Tak Mau Intervensi Susunan Kabinet Prabowo, Jokowi: Tunggu Senin
Dia juga menyinggung saat ini meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di kisaran 5%, namun di satu sisi terdapat kekhawatiran lantaran kelas menengah mengalami penurunan. Bahkan bukan tidak mungkin persoalan ini akan menghambat Indonesia nantinya untuk keluar dari middle income trap.
"Harus ada pemikiran-pemikiran ke arah sini bagaimana bahwa di dalam pengembangan suatu growth kita yang lebih dari 5% itu kita mendapatkan satu pemerataan yang seadil-adilnya antara daerah, antara kecil dan menengah dengan besarnya, dan antara juga sebenarnya antara bangsa di dunia ini," tutur Ical.
Sementara itu dalam agenda HUT ke-14 Aliansi Kebangsaan, selain Ical turut hadir sejumlah tokoh. Seperti Ketua Aliansi Kebangsaan sekaligus Pengusaha kawakan Pontjo Soetowo, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie hingga Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

