Bahlil Buka Suara soal Perkembangan Tambah 10% Saham di Freeport
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, buka suara soal rencana holding BUMN pertambangan MIND ID untuk menambah 10% saham di PT Freeport Indonesia (PTFI).
Bahlil mengatakan, proses akuisisi tersebut bakal dilanjutkan setelah tanggal 20 Oktober 2024 alias setelah bergantinya pemerintahan dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Prabowo Subianto.
“Masih berjalan. Masih dalam negosiasi akhir, finalisasi. Setelah tanggal 20 (Oktober),” ujar Bahlil di Sekretariat Kementerian ESDM, Jumat (18/10/2024).
Baca Juga
Sebagai informasi, saat ini MIND ID memegang saham mayoritas PTFI dengan porsi 51,2%. Namun, mereka memiliki rencana untuk mengakuisisi 10% lagi sehingga jatah saham mereka mencapai 61,2%.
Terkait dengan penambahan saham 10% tersebut, Bahlil menerangkan bahwa itu tak jadi soal. Namun demikian, ada sejumlah hal yang masih harus didiskusikan hitung-hitungannya.
“Sekarang lagi dihitung oleh BUMN. Kalau yang 10%-nya no issue. Tapi sekarang lagi dihitung adalah, sekarang karena tadi ada terjadi diskusi, sebagian buku yang ada pada Freeport itu kan diminta untuk dimasukkan dalam buku BUMN, tapi kan itu masih dalam diskusi, belum final. Tapi itu yang menjadi salah satu materi yang dibahas,” jelas dia.
Baca Juga
Dana Melimpah, MIND ID Siap Tambah Saham di Freeport Jadi 61,2%
Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa proses penambahan saham ini belum terwujud bukan karena pemerintah bersikap lambat. Namun, pemerintah masih mengkaji sejumlah aspek agar tidak menimbulkan kerugian bagi rakyat dan negara.
“Kita kan harus mengkaji betul agar pemerintah jangan membuat keputusan yang merugikan rakyat, bangsa, negara. Selama apa yang kita minta sebagai syarat mereka sudah penuhi dalam konteks perhitungan, dalam konteks bagaimana bukunya, terus bagaimana investasi tambahannya, dalam konteks eksplorasi kalau sudah semua lengkap, kita mulai jalan,” kata Bahlil.

