Bos Cinepolis Bongkar Bisnis Bioskop yang Kini Sudah Pulih, Film Lokal Jadi Pendongkraknya
JAKARTA, investortrust.id - PT Cinemaxx Global Pasifik, perusahaan yang mengelola Cinepolis mengungkapkan bahwa bisnis bioskop hingga saat ini sudah pulih seperti layaknya sebelum masa pandemi Covid-19 melanda Tanah Air tahun 2019 lalu. Bahkan kini okupansi atau tingkat keterisian sudah mencapai 95%.
"Kalau kita bilang postpandemy hari ini, itu kita sekitar 95% dibandingin dengan masa pre-pandemi," ucap Deputy CEO Cinépolis Indonesia Anthony Sondakh saat ditemui di Senayan Park, Jakarta, Jumat (11/10/2024).
Kendati demikian, Anthony Sondakh menjelaskan, tingkat keterisian yang mencapai 95% tersebut bukanlah sebuah peningkatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, melainkan kondisi bisnis yang hanya kembali ke titik awal sebelum pandemi Covid-19.
Baca Juga
Laba Pengelola Bioskop Cinema XXI (CNMA) Naik Semester I-2024, Manajemen Ungkap Faktor Ini
"Kalau kita bilang pulih, kita bilang sudah kembali seperti sebelum Covid-19. Tapi kan kalau kita bilang harusnya dibandingin dari tahun ke tahun, harusnya ada peningkatan. Jadi ini kita baru kembali ke titik sebelum peningkatan pandemi," terangnya.
Anthony mengungkapkan kondisi yang bisnis bioskop yang sudah pulih kembali setelah pandemi Covid-19 ini salah satu pemicu atau pendorongnya adalah film-film lokal atau karya dalam negeri yang mampu meraup masyarakat untuk menonton ke bioskop.
Salah satu film lokal yang disebutkannya memiliki pengaruh pada jumlah penonton belakangan ini adalah “Agak Laen”. Karya garapan Muhadkly Acho tersebut, menurut Anthony sebagai pendobrak tingkat keterisian bioskop dalam waktu yang cukup lama.
"Jadi film lokal itu sekarang itu begitu banyak antusiasnya dan juga produksinya itu juga sangat baik hari-hari ini. Dan itu yang terus terang menjadi plus point industri bioskop di Indonesia terhadap industri di luar negeri," ungkap Anthony.

