Cegah UMKM Lari ke Pinjol, Kemenkop UKM Permudah Akses Pembiayaan Bank
JAKARTA, investortrust.id - Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seringkali menghadapi kesulitan dalam mendapatkan kredit atau pembiayaan dari perbankan karena sejumlah faktor. Alhasil, tak sedikit dari mereka yang mencari pembiayaan ke pinjaman online (pinjol).
“Saya kira untuk UMKM dalam hal ini secara spesifik kita bilang yang mikro, hambatan-hambatan di perbankan misalnya SLIK (sistem layanan informasi keuangan) , agunan, dan lain-lain itu kita sudah catat. Karena hambatan itu mereka lari ke pinjol,” ujar Asisten Deputi Bidang Pembayaran & Investasi UKM Kemenkop UKM Ali Manshur, saat ditemui seusai acara Seminar Percepatan Digitalisasi UMKM: "Kiat Menuju Pasar Global," yang digelar investortrust.id, di Ballroom The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (25/9/2024).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut dia, saat ini Kemenkop UKM telah membuat beragam inovasi kebijakan, salah satunya innovative credit scoring. Kebijakan ini bertujuan agar industri perbankan tak hanya mendasarkan penyaluran kredit berdasarkan agunan saja, tetapi juga kepada penilaian kinerja UMKM lainnya.
“Misalnya berdasarkan transaksi pembayaran dia di BPJS, e-wallet dia, dan lain-lain bisa menjadi dasar bagi perbankan untuk menyalurkan (kredit),” kata Ali.
Dengan inisiatif-inisiatif tersebut, Ali meyakini persoalan yang dihadapi UMKM berkaitan dengan kesulitan mendapatkan pembiayaan dari perbankan dapat teratasi.
“Jadi masalah-masalah yang menghambat dia dalam mengakses pembiayaan perbankan termasuk KUR (kredit usaha rakyat) sehingga lari ke pinjol itu bisa terselesaikan dengan inovasi kebijakan tadi,” ucap Ali.
Sekadar informasi, merujuk data Kemenkop UKM, hingga saat ini jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta pelaku. Kontribusi sektor UMKM terhadap total produk domestik bruto (PDB) mencapai 60,51% atau senilai Rp 9.580 triliun. Sektor ini juga berhasil menyerap 120,59 juta tenaga kerja.
Dari jumlah pelaku UMKM tersebut, 38% di antaranya atau sekitar 25,2 juta pelaku sudah onboarding digital. Artinya, mereka sudah mengimplementasikan digital dalam proses bisnisnya.

