Ekosistem Startup Indonesia Menanti Tuah dari Penurunan Suku Bunga Acuan
BADUNG, investortrust.id - Pemangkasan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), akan menjadi akhir dari mandeknya investasi di sektor teknologi atau tech winter yang berdampak pada perkembangan ekosistem perusahaan rintisan (startup).
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan, suku bunga yang melambung tinggi dalam beberapa tahun terakhir membuat investor menahan diri untuk berinvestasi di sektor riil, tak terkecuali investasi ke perusahaan rintisan. Mereka akan melirik instrumen investasi berbasis bunga, seperti deposito dan obligasi.
Baca Juga
Bangun Ekosistem Startup Nasional, Kemenkominfo Bakal Gelar NextHub Global Summit 2024
"Kalau di Amerika Serikat (AS) katakan (suku) bunga (acuannya) 5%, mana mau orang investasi, taruh saja uangnya di bank, begitu. Kalau (suku bunga) diturunkan 3% jadi ada tantangannya. Mulai mengeluarkan investasi di sektor-sektor yang bisa berkembang," katanya ketika ditemui di sela-sela acara NextHub Global Summit 2024 di Rennaisance Bali Nusa Dua Resort, Badung, Bali, Senin (23/9/2024).
Sebagiamana diketahui, pekan lalu BI memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atai BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 6%>. Kemudian, The Fed juga memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 4,75-5,0%.
Saat ini, menurut Budi Arie terdapat 2.500 perusahaan rintisan di Indonesia yang bergerak di berbagai sektor. Sebanyak 22 di antaranya diketahui sudah berhasil mencapai angka valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau dikategorikan sebagai unicorn.
Jumlah unicorn tersebut belum bertambah sejak 2022 atau awal dimulainya tech winter. Diharapkan dengan mulai berakhirnya tech winter akan lahir unicorn baru di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan kontribusi ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB).
Baca Juga
Menkominfo: Peluang Startup Sektor Pertanian dan Perikanan Masih Terbuka Lebar
Sebagai catatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat kontribusi ekonomi digital di Tanah Air terhadap PDB selama ini tak pernah lebih dari 5%. Padahal, kontribusi ekonomi digital terhadap PDB ditargetkan bisa mencapai 20,7% pada 2045 mendatang.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kemenkominfo untuk mendorong investasi ke perusahaan rintisan di Tanah Air adalah melalui NextHub Global Summit 2024 yang digelar selama tiga hari pada 21-25 September 2024. Berkolaborasi dengan Nexticorn Foundation, acara yang mengusung tema "Defrost the Tech Winter" itu disiapkan untuk mempertemukan perusahaan rintisan dengan investor, khususnya perusahaan modal ventura.
"Agenda tersebut mencakup sesi pertemuan bisnis (business matching) yang mempertemukan perusahaan rintisan tahap awal dan tahap akhir dengan investor atau perusahaan mitranya," ujar Budi Arie.
Pada kesempatan yang sama Chairman Nexticorn Foundation Rudiantara mengatakan terdapat 120 perusahaan rintisan dari dalam negeri yang berpartisipasi dalam NextHub Global Summit 2024 tercatat. Adapun, untuk perusahaan modal ventura yang berpartisipasi dalam acara tersebut jumlahnya juga lebih dari 120 perusahaan. "Sudah ada 3.000 permintaan pertemuan bisnis (business matching) di NextHub 2024," ungkap Rudiantara.
Baca Juga
Pemerintah Ogah Beri Bantuan Permodalan untuk Startup, Ini Alasannya
Rudiantara menyebut perusahaan rintisan yang berpartisipasi dalam acara ini didominasi oleh sektor keuangan atau teknologi finansial (tekfin), agrikultur, kesehatan, dan sektor-sektor yang mengusung keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, untuk perusahaan modal ventura yang berpartisipasi berasal dari sejumlah negara, termasuk AS, Jepang, dan Korea Selatan.
"Kami juga melihat beberapa perusahaan rintisan yang masuk dalam model bisnis baru, terutama yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan. Ada beberapa perusahaan rintisan yang bergerak mengembangkan kendaraan listrik," tuturnya.

