Botani Seed IPB Hasilkan Padi Cerdas Iklim
BOGOR, investortrust.id– PT Botani Seed Indonesia bersama para breeder (pemulia tanaman) IPB-University berhasil menciptkan 9 varietas padi cerdas iklim. Keunggulan varietas ini adalah memiliki efisiensi pemanfaatan air dan pupuk hingga 30%, serta rendah emisi karbon.
Direktur Botani Seed Indonesia, Dadang Syamsul Munir menyatakan, sektor pertanian di Indonesia memainkan peran penting dalam menopang ketahanan pangan nasional dan mata pencaharian jutaan petani. Namun, sektor ini dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satunya adalah perubahan iklim. “Perubahan iklim berdampak negatif terhadap sektor pertanian, seperti kekeringan, banjir, hama penyakit tanaman, dan penurunan hasil panen,” kata dia dalam penjelasannya kepada investortrust.id, Kamis (5/9/2024).
Atas dasar itu, PT Botani Seed Indonesia (BLST Group-IPB University) sebagai perusahaan benih pangan dan hortikultura, bersama breeder IPB University telah menghasilkan 9 varietas unggulan, yaitu varietas benih padi IPB 3S, IPB 9G, IPB 10G, IPB 11S BEPE, IPB 12S, IPB 13S, IPB 14S, dan IPB 15S.
“Varietas yang dihasilkan oleh breeder IPB tersebut memiliki karakter ‘benih cerdas iklim’, di antaranya efektif dalam pemanfaatan air dan hemat penggunaan pupuk sampai 30%,” ujar Dadang.
Dia menegaskan, untuk mendukung optimasi potensi varietas-varietas tersebut perlu diimplementasikan teknologi budidaya cerdas iklim. Hal itu dicirikan dengan kemampuan produktivitas tinggi, tahan terhadap pengaruh perubahan iklim seperti kebanjiran dan kekeringan, resisten terhadap serangan hama dan penyakit, serta tahan stress akibat berubahnya kondisi iklim makro maupun mikro serta dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.
Dalam konteks itu, lanjut Dadang, PT Botani Seed Indonesia bekerja sama dengan para ahli dari Rumpun Periset Padi IPB University dan didukung oleh AIP-Prisma telah merumuskan Teknologi Budidaya padi Cerdas Iklim bernama Asta Citha Padi. Ini merupakan 8 Inovasi Teknologi Budidaya Padi Cerdas Iklim, dengan komponen terdiri atas: (1) Pengembangan Varietas Unggul;(2) Sistem Perbenihan; (3) Sistem Budidaya;(4) Manajeman hara; (5) Tata kelola Air;(6) Mekanisasi Hulu-hilir; (7) PHT Ramah Lingkungan dan (8) Rantai Pasok dan Kampanye Terpadu.
Terkait implementasi Asta Citha Padi, BLST menandatangani MoU dengan Perum Bulog untuk pengembangan pertanian cerdas iklim komoditas padi. Menurut Dadang, MoU ini bertujuan mengujicoba berbagai model pengembangan budidaya padi cerdas iklim sesuai spesifikasi lokasi di berbagai kawasan, yang melibatkan Unit Kemitraan Produksi-Bulog, Botani Seed Indonesia, mitra petani, dan pemangku kepentingan Lainnya.
Baca Juga
Mentan Amran Sebut Sawah di Merauke Berpotensi Cetak 7 Ton Padi per Hektare

