Mulai Beroperasi, PLTGU Tambak Lorok Blok 3 Diprediksi Kurangi Emisi Jumbo Setiap Tahun
JAKARTA, investortrust.id - PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 3 berkapasitas 779 Megawatt (MW). Pembangkit ini ditargetkan untuk memproduksi Listrik lebih dari 3.200 Gigawatt hour (GWh) dalam setahun.
"Pembangkit ini memiliki kapasitas maksimal mencapai 779 megawatt (MW), sehingga mampu menghasilkan listrik lebih dari 3.200 GWh dalam setahun. Tambahan pasokan listrik dari Tambak Lorok ini membuat Indonesia makin siap menyambut investasi sekaligus mendorong demand baru di Jawa Tengah yang terus bertumbuh setiap tahun," kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (2/9/2024).
Baca Juga
Dorong Energi Hijau, PLN Pasang 118 Mikro PLTS Atap di Tiga Pulau Sulsel
Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah Boedyo Dharmawan menambahkan, pengembangan Kawasan Industri Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang diyakini mampu menumbuhkan tren positif percepatan investasi di Jawa Tengah.
Tak hanya itu, lanjut Boedyo, pertumbuhan investasi tersebut dilihat dari peningkatan konsumsi listrik di Jawa Tengah yang mencapai 19.594 GWh pada Juli 2024, atau melonjak sebesar 1.550 GWh jika dibandingkan dengan capaian pada Juli 2023 yang sebesar 18.044 GWh.
Baca Juga
Telan Investasi Rp 4,8 Triliun, Pembangunan PLTGU Tambak Lorok Kapasitas 779 Megawatt Rampung
"Perlu diketahui, dengan tingkat efisiensi yang mencapai 61%, dibandingkan dengan PLTGU lainnya, pembangkit (Tambak Lorok Blok 3) ini mampu menurunkan emisi sebesar 671 ribu ton CO2 dalam setahun," ujarnya.
Darmawan melanjutkan, komitmen PLN dalam melanjutkan transisi energi ini tercermin melalui kondisi sistem kelistrikan di Jawa Tengah. Di mana, saat ini Jawa Tengah memiliki daya mampu mencapai 7.221 MW dengan beban puncak mencapai 5.332 MW.

