Kolaborasi Robotic Telesurgery dengan UAA, Telkomsel Sukseskan Bedah Jarak Jauh Jakarta-Bali
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkomsel bersama Urological Association of Asia (UAA) sukses menghadirkan evolusi prosedur bedah inovatif jarak jauh menggunakan teknologi robotik (robotic telesurgery) dan konektivitas broadband 5G. Momen bersejarah itu berlangsung dalam jarak 1.200 km dengan posisi dokter di Bali dan pasien di Jakarta.
“Kolaborasi ini sekaligus mendukung transformasi sistem kesehatan yang diinisiasi pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), khususnya pada pilar SDM kesehatan untuk layanan spesialis bedah jarak jauh dan pilar teknologi Kesehatan,” kata Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan Ditapradana yang mewakili Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, dalam ketarangan resmi yang diterima investortrust.id, Sabtu (31/8/2024).
Indrawan menjelaskan, atas dukungan Kemenkes dan Kemenkominfo, Telkomsel dan UAA telah memanfaatkan konektivitas broadband generasi ke-5 (5G) secara inovatif untuk tindakan bedah dari jarak sejauh 1.200 km dengan robotic telesurgery pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, kepada objek manusia, khususnya pasien urologi.
Baca Juga
Momen prosedur bedah bersejarah itu, menurut Indrawan, berlangsung dengan posisi dokter di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah di Bali dan pasien di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. “Ini menunjukkan bahwa jarak dan tantangan geografis bukanlah hambatan dalam memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ujar dia.
Sebelumnya Telkomsel mendukung Kemenkes dalam uji coba dan demonstrasi 5G Robotic Telesurgery pertama di Indonesia di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung dan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta pada Mei 2023. Uji coba ini mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan dari Global TD-LTE Initiative (GTI) Awards 2024 kategori Innovative 5G Service and Application pada ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona.
Berdasarkan data Kemenkes, Indonesia pada awal 2024 memiliki sekitar 150 ribu dokter umum dan 50 ribu dokter spesialis. Indonesia masih kekurangan sekitar 120 ribu dokter umum dan 30 ribu dokter spesialis untuk mencapai target rasio ideal 0,28 per 1.000 penduduk sesuai rekomendasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Selain itu, kata Indrawan, persebaran dokter di Indonesia belum merata. Sekitar 59% dokter spesialis terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan wilayah lain, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan provinsi bagian timur lainnya, masih kekurangan tenaga medis.
“Tantangan ini menunjukkan perlunya langkah strategis untuk memperbaiki distribusi tenaga medis dan meningkatkan akses layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia,” tutur dia.
Inovasi Bidang Kesehatan
Indrawan Ditapradana mengungkapkan, kerja sama dengan UAA serta dukungan penuh Kemenkes, rumah sakit (RS), dan pemangku kepentingan lainnya merupakan wujud nyata semangat Indonesia yang menginspirasi Telkomsel untuk bersama-sama mendorong kemajuan ekosistem digital nasional, sekaligus menggerakkan inovasi di bidang kesehatan.
“Dengan menghadirkan konektivitas, solusi, dan layanan terbaiknya, Telkomsel mengambil peran terdepan dalam transformasi digital industri kesehatan Indonesia,” tegas dia.
Indrawan menambahkan, Telkomsel berkomitmen tidak sekadar menghadirkan teknologi terkini, tetapi juga memberdayakan tenaga kesehatan lewat pemanfaatan teknologi broadband terdepan, termasuk 5G, yang relevan di era digital, guna mengatasi faktor jarak dan geografis.
Dia mengemukakan, sebagai pionir konektivitas broadband 5G di Indonesia sejak 2021, Telkomsel terus mengakselerasi perluasan cakupan jaringan 5G terdepan dan terluasnya (hyper 5G) secara lebih masif. “Tujuannya untuk mempercepat transformasi dan pertumbuhan ekosistem serta ekonomi digital Indonesia,” ucap dia.
Baca Juga
Telkomsel Rampungkan Program Inklusi Digital "Terampil di Awan" Bersama Amazon Web Service
Menurut Indrawan, perluasan jaringan 5G dilakukan secara terarah, bertahap, dan terukur, mencakup 1.000 titik lebih di 56 kota/kabupaten. “Termasuk di area strategis, seperti kawasan industri, kawasan residensial, bandar udara internasional, destinasi wisata prioritas, hingga wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) guna mengakselerasi pembangunan, sekaligus merayakan HUT ke-79 RI,” papar dia.
Ekspansi tersebut, kata dia, juga telah dimulai secara masif di Bali sebagai destinasi wisata global, dengan konektivitas 5G secara merata tanpa jeda di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. “Juga pada rute-rute ramai dan populer, seperti Kuta-Canggu, Nusa Dua, dan Renon-Sanur,” ujar dia.
Indrawan Ditapradana menuturkan, untuk mengakselerasi 5G, Telkomsel mengimplementasikan konektivitas terdepannya itu secara inovatif melalui robotic telesurgery di Jakarta, Bali, dan Shenzhen (China) lewat kerja sama dengan UAA.
Dia menjelaskan, Telkomsel dan UAA menggandeng RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (Jakarta), RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah (Bali), dan Animal Lab di Shenzhen (China) untuk melangsungkan sejumlah prosedur bedah jarak jauh menggunakan konektivitas broadband 5G.
Indrawan menambahkan, puncak kolaborasi ini akan ditampilkan dalam pembukaan The 21st Urological Association of Asia Congress yang bertepatan dengan 47th Annual Scientific Meeting of Indonesia Urological Association (ASMIUA) dan 18th Pan-Pacific Continence Society (PPCS) di Bali pada 5-8 September 2024.
“Sedikitnya 2.800 peserta delegasi dari 53 negara akan menyaksikan langsung praktik medis dan prosedur bedah yang kini dapat dilakukan dari lokasi berjauhan secara presisi dan real-time oleh para ahli kesehatan dengan robotic telesurgery bersama konektivitas 5G dari Telkomsel,” papar dia.
Percepat Transformasi Digital
Indrawan menegaskan, robotic telesurgery yang didukung konektivitas 5G merupakan lompatan besar dalam meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan berkualitas yang lebih merata, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
“Kami percaya ke depan, peningkatan kualitas dan kuantitas SDM yang diikuti penerapan teknologi digital terkini di sektor kesehatan akan menjadi katalis utama dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia," tandas dia.
Guna mendukung keberhasilan prosedur ini, menurut Indrawan, Telkomsel menyediakan layanan Infrastructure-as-a-Service (IaaS) untuk jaringan 5G dengan kecepatan tinggi lebih dari 100 Mbps, latensi rendah kurang dari 25 ms, dan jitter kurang dari 10 ms.
Itu belum termasuk jaringan optik khusus dengan sambungan point to point dan kapabilitas multicast yang memungkinkan penggunaan robotic telesurgery berpresisi visual tinggi, aksesibilitas instrumen jarak jauh yang ergonomis, serta mampu mengatasi faktor jarak dan tantangan geografis.
Baca Juga
Telkomsel Luncurkan My Telkomsel Super App, Bisa untuk Berbelanja hingga Pesan Tiket Perjalanan
“Untuk mendukung kelancaran komunikasi dan kebutuhan konferensi bagi para peserta dan delegasi di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Telkomsel juga memastikan ketersediaan berbagai produk dan layanan unggulan di lokasi, termasuk eSIM, Telkomsel Orbit, prabayar tourist, hingga international roaming,” papar dia.
Dia mengatakan, melalui Telkomsel Enterprise sebagai product powerhouse bagi Telkom Group yang berfokus melayani pelanggan B2B, Telkomsel menghadirkan berbagai produk, layanan, dan solusi digital terlengkap, termasuk kapabilitas konektivitas 5G.
“Tujuannya untuk meningkatkan kelancaran dan kenyamanan rangkaian pengalaman pelanggan dan pasien di sektor kesehatan, mulai preliminary analysis, diagnostic, treatment, hingga recovery,” kata Indrawan.

