Riset: 75% Perusahaan Alami Serangan Ransomware Setidaknya Sekali dalam Setahun
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat (AS) Veenam mengumumkan ketersediaan Veenam Cyber Secure di pasar Indonesia. Veenaam memaparkan kondisi serangan ransomware ke berbagai perusahaan di seluruh dunia.
“The 2024 Data Protection Trends Report menunjukkan bahwa 75 organisasi terkena serangan siber dan sebagian besar melaporkan terkena serangan paling tidak satu kali setahun,” kata Vice President Veeam untuk Asia Tenggara dan Korea Chua Chee Pin di Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Chee mengatakan meskipun secara praktik dan teknologi telah berkembang untuk menghilangkan risiko ransomware, dia melihat jumlah perusahaan yang terus membayar pascaserangan terus turun. “Kini, lebih kurang satu dari enam perusahaan bisa mengklaim bahwa mereka bisa berhasil melawan penyerang, memulihkan data mereka, dan menolak memenuhi permintaan penyerang,” kata dia.
Lebih lanjut kata Chee, meskipun perusahaan-perusahaan di Indonesia tengah menghadapi beberapa kondisi yang paling tidak bersahabat dan ketidakpastian,mereka harus tetap yakin operasional perusahaan. “Ini membutuhkan perubahan pola pikir dari sekadar menghindari disrupsi dengan cara apapun menjadi perusahaan yang cukup resiliensi, sehingga mereka terbebas dari ancaman downtime, serangan ransomware, atau bahkan ketidakpastian industri,” kata dia.
Vice President Sales Engineering Veeam Raymond Goh mengatakan riset yang digelar melibatkan berbagai lapisan sektor bisnis. Mulai dari perusahaan besar hingga bisnis kelas kecil dan menengah.
Raymond menyebut dari riset tersebut 81% responden yang mengalami serangan ransomware akan membayar ke pihak penyerang. Dari total penebus tersebut, 54% di antaranya dapat memulihkan data. Tetapi, sisanya 27% responden mengaku membayar tebusan dan tak dapat memulihkan data.
Baca Juga
Kaspersky: Industri Telekomunikasi Target Utama Serangan Siber
“Tetapi, haruskah kita mempercayai penyerang ini? Haruskah kita mempercayai kunci decryption yang diberikan kepada kita? Tetapi justru memasukkan malware lain ke dalamnya?” kata Raymond.
Sementara itu, sebanyak 15% dari responden mengaku dapat memulihkan data yang disandera para pelaku penyerangan ransomware. Sisanya, 4% responden mengaku tidak ada permintaan dari penyerang.
“Mengapa (tidak ada permintaan)? Mungkihkan serangan ransom hanya bagian dari bersenang-senang? Tapi imbas ke sebuah lembaga sangatlah besar,” kata dia.
Mengembalikan data yang diretas, kata Raymond, menjadi bagian penting dari jalannya bisnis. Dia mengatakan proses pemulihan data harus berjalan cepat. Selain itu, kata dia, proses pencadangan dari data juga perlu diperhatikan.
“Jadi dari sudut pandang kami, kami perlu melindungi data repository cadangan. Data cadangan harus dilindungi dan saya katakan repository cadangan adalah lingkungan yang jauh lebih mudah dikendalikan daripada memproduksi data,” kata dia.
Country Manager Veeam Indonesia Andreas Kagawa mengatakan Veeam Cyber Secure terus berupaya memberikan ketenangan bagi pelanggan dengan dukungan dari tim ahli yang andal. “Perusahaan-perusahaan bisa pulih dari serangan apapun dengan penuh keyakinan. Itulah yang disebut resiliensi data dan itulah yang menjaga kelangsungan bisnis," kata Andreas.
Dengan Coveware yang kini terintegrasi di dalam program Veeam Cyber Secure with the Coveware Incident Response Retainer, para pelanggan akan mendapatkan bantuan dari para pakar ransomware terbaik di Veeam untuk menanggulangi dua insiden setiap tahunnya.
Baca Juga
Green Power (LABA) Target Produksi Baterai Lithium 200 Ribu Pcs Pasca Berganti Pengendali
Dengan waktu respons yang bahkan kurang dari 15 menit, para akar Coveware akan memberikan penilaian terbaik, termasuk mengidentifikasi ransomware yang digunakan, individu atau kelompok yang mungkin terlibat, dan profil penyerang, sehingga pelanggan tahu siapa dan apa yang tengah mereka hadapi.
Dengan analisis risiko dan hasil serta pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai penyerang, para negosiator akan memberikan rekomendasi solusi terbaik kepada pelanggan. Pasca insiden, program Veeam Cyber Secure memberikan garansi senilai US$ 5 juta.
Veeam sangat yakin bahwa pelanggan yang mengambil pendekatan resiliensi data bisa pulih dengan cepat dari serangan ransomware dengan backup yang bersih dan handal, termasuk garansi yang akan menanggung setiap biaya pemulihan data.

