Sinopec Bakal Garap Ladang Migas Dekat Bekasi, Ini Penjelasan Menteri ESDM
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Salah satu caranya adalah melalui kerja sama dengan negara lain.
Arifin Tasrif mengungkapkan, terbaru Indonesia menjalin kerja sama dengan perusahaan asal China, Sinopec, untuk menggarap sejumlah ladang migas. Disebutkan bahwa Sinopec akan membantu dari sisi penerapan teknologi.
“Untuk kerja sama penerapan teknologi, kita kerja sama dengan China, ini sudah ada respons dari Sinopec untuk lima lapangan Pertamina EP, antara lain di Rantau, Tanjung, Pamusian, Jirak, dan Zulu,” kata Arifin Tasrif di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Jakarta, akhir pekan lalu.
Baca Juga
Disampaikan oleh Arifin bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Sinopec dan kini hanya tinggal menunggu kabar dari mereka. Adapun untuk lapangan Zulu sendiri terletak di dekat Bekasi, Jawa Barat.
“Zulu ini di onshore North-West Java, depannya Bekasi. Ini China punya kemampuan, Sinopec, kita sudah ke sana. Dan sekarang nanti tinggal nunggu kabar selanjutnya,” terang dia.
Pemerintah sendiri sejatinya sudah mengeluarkan kebijakan baru untuk menyokong sektor hulu migas ini. Salah satunya adalah dengan diterbitkannya Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 110 Tahun 2024 terkait Reaktivasi Lapangan Idle.
Baca Juga
Pemerintah Bentuk Tim Eksplorasi Khusus Usai Temukan Ladang Migas di South Andaman
Arifin Tasrif menerangkan, saat ini SKK Migas sedang melakukan inventarisasi area idle. Ini dilakukan untuk direaktivasi kembali oleh KKKS yang ada, yang kemudian akan didorong untuk bekerja sama dengan teknologi provider. Selanjutnya itu diupayakan menjadi wilayah kerja baru untuk dikelola oleh KKKS baru.
“Karena ini sudah lama benar, lapangan-lapangan yang idle. Atau dikembalikan ke pemerintah dengan pertimbangan, kewajiban pasca operasi itu harus bisa dipenuhi, dan selanjutnya bisa dilelang kembali, atau memang difungsikan sebagaimana dulunya menjadi hutan-hutan,” ujar Arifin.

