Perkuat Jejaring Bisnis India dan Indonesia, IndCham Kembali Diaktifkan Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Setelah non-aktif selama pandemi COVID-19, sebuah platform yang menyatukan pebisnis India dan Indonesia sejak tahun 1977, IndCham, kembali diaktifkan pada tahun 2024. Kali ini, IndCham hadir dengan pergantian logo bunga teratai yang melambangkan perkembangan bisnis yang terus tumbuh dan maju di kedua negara.
Hadir dengan logo baru, visi terkini dari IndCham adalah untuk menjadi penghubung antara peningkatan perdagangan dan investasi dua arah yang benar, yang dapat menjadi peluang investasi skala besar, kemudian menjadi peluang berjejaring untuk mengenal bisnis antarnegara.
Pengaktifan Indcham digelar melalui Indcham Business Seminar 2024 yang juga mengundang Duta Besar India untuk Indonesia HE Sandeep Chakravorty dan President Director PT indika Energy Tbk sekaligus Chairman dari Kadin Indonesia M Arsjad Rasjid.
Baca Juga
Dalam pemaparannya, Arsjad menyoroti bahwa India dan Indonesia telah memiliki ikatan budaya dan politik yang erat yang menjadikan hubungan kedua negara unik sebab terdapat sejarah panjang yang menjadi bagian dari identitas seperti kisah Ramayana dan Mahabharata, perjuangan bersama untuk melawan kolonialisme, termasuk nilai dan tujuan bersama untuk mencapai swasembada dan kemerdekaan.
Lebih lanjut, ia menekankan persamaan kedua negara yang akan memiliki visi yang sama untuk menjadi negara berpendapatan tinggi dalam waktu 25 tahun kedepan.
“IMF memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 5% dan India sebesar 7%, menjadikan Indonesia dan India sebagai episentrum pertumbuhan global setelah Amerika Serikat dan China. Mengingat keadaan kita saat ini, dengan perekonomian yang berkembang pesat dan demografinya yang muda, kami juga memiliki visi yang sama untuk menjadi negara berpendapatan tinggi dalam waktu 25 tahun, dengan visi Indonesia tentang Indonesia Emas 2045 dan visi India tahun 2047,” tuturnya dalam IndCham Business Seminar 2024 di Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Melalui pengaktifan kembali Indcham, ia yakin IndCham dapat berperan penting platform untuk mewakili kepentingan dan suara sektor swasta baik di India dan Indonesia.
Baca Juga
Dalam kesempatan serupa Dubes India untuk Indonesia Chakravorty juga menyoroti tentang India yang merupakan mitra dagang terbesar ketiga bagi Indonesia yang menunjukkan potensi perdagangan Indonesia-India yang sangat besar. Terdapat lima faktor yang digarisbawahi oleh Sandeep.
Pertama, 80 atau lebih perusahaan India telah berkantor pusat di Indonesia. Kedua, terdapat perusahaan diaspora India yang telah datang ke Indonesia. Ketiga, telah meningkatnya jumlah wisatawan India yang datang ke Indonesia dan telah mengubah perekonomian Indonesia secara besar-besaran.
“Bali telah berubah total. Tahun lalu kami kedatangan lebih dari 650 ribu turis India. Tahun ini kita mungkin kedatangan 1 juta turis India,” ungkapnya.
Ke depannya, ia berharap dengan pasca terpilihnya Presiden Prabowo, terdapat minat untuk memperdalam hubungan dengan India. Tak lupa, Sandeep juga memberikan apresiasi kepada pengurus yang telah mendirikan Indcham dan anggota yang meneruskannya hingga saat ini.
Baca Juga
Bank Sentral India dan BI Tandatangani Kesepahaman Dorong Gunakan Uang Lokal
Menurut Sandeep, tujuan pertama dari hadirnya IndCham tersebut adalah untuk memberikan wadah kepada para anggota untuk menggelar agenda atau kepentingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Saat ini, semakin banyak bisnis start-up, fintech, dan keuangan yang terus bertambah memerlukan suatu chamber untuk bekerja sama.
“Struktur hubungan telah berubah sehingga chamber ini telah diluncurkan kembali dengan anggota baru energi baru visi baru dan dengan arah baru,” ujarnya kepada investortrust.id.
“Jadi ini akan menjadi agenda yang didorong oleh anggota, tidak dipaksakan oleh siapapun. Dan kemudian menjadi mitra besar KBRI juga karena di sana adalah batasan terhadap hal-hal yang dapat dilakukan oleh kedutaan. Sehingga, terdapat chamber yang kuat berdiri di samping kedutaan, baik di sini Kedutaan Besar India di Jakarta dan Kedutaan Besar Indonesia,” pungkasnya.

