Dorong Hilirisasi Industri, PLN Operasikan Transmisi 150 kV untuk Smelter Ceria Group
KOLAKA, investortrust.id - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN telah melaksanakan penyalaan pertama (energize) transmisi yang menghubungkan Gardu Induk (GI) 150 kiloVolt (kV) Kolaka milik PLN dengan Gardu Induk PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) bagian dari Ceria Group. Penyalaan transmisi ini guna mengoperasikan smelter nikel PT CNI pada Sabtu (6/7/2024) kemarin menjadi bukti nyata PLN dalam mendukung hilirisasi mineral di Indonesia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menekankan komitmen PLN mendukung upaya hilirisasi mineral dengan menyediakan pasokan listrik yang andal. Sebab, menurutnya, ketersediaan pasokan listrik memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan industri khususnya sektor pertambangan.
"PLN mendukung penuh upaya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertambangan, dengan menyediakan listrik yang andal. Sebab, pasokan listrik yang andal memiliki peran krusial dalam mendukung hilirisasi yang tengah digencarkan pemerintah saat ini," kata Darmawan dalam keterangan tertulis, Minggu (14/7/2024).
Baca Juga
PLN Didorong Selesaikan Interkoneksi Mahakam, Demi Setop Impor Listrik
Direktur Utama PT Ceria Metalindo Prima (CMP), Derian Sakmiwata mengapresiasi PLN yang berhasil menyalakan pekerjaan penyambungan daya listrik ke GI Ceria. Penyalaan ini akan semakin memperkuat pertumbuhan industri Ceria Group.
"Kami berharap kinerja dan koordinasi yang baik ini bisa terus berjalan sehingga akan berdampak baik terhadap pertumbuhan industri smelter nikel sebagai salah satu penunjang ekosistem kendaraan listrik,” ujarnya.
Derian menambahkan, pembangunan smelter CMP yang menggunakan teknologi Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dilakukan bertahap dengan empat jalur produksi berkapasitas 4 x 72 Megavolt Ampere (MVA). Pada tahap awal, kata Derian, telah dibangun satu jalur produksi berkapasitas 72 MVA untuk mengolah bijih nikel Saprolite.
"Untuk kebutuhan pasokan daya listrik, kami mempercayakannya kepada PLN. Rencananya kebutuhan kapasitas listrik smelter sebesar 414 MVA akan mulai dialirkan bertahap pada tahun ini," ungkap Derian.
Baca Juga
Meski Untung Besar di 2023, PLN Tetap Ikut-Ikutan Minta PMN Rp 3 Triliun
Pelaksana Harian General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi, Senior Manager Operasi Konstruksi (OPK) 1, Budi Ari Wibowo juga menyampaikan, penyalaan ini wujud nyata dari kesiapan PLN dalam mendukung penuh hilirisasi dan akselerasi produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Ia menuturkan, PLN hadir menyediakan pasokan listrik yang andal dan terjangkau untuk GI smelter Ceria Group atau CMP yang memiliki jarak kurang lebih 5,8 kilometer dari GI 150 kV Kolaka milik PLN.
"Semoga keberhasilan ini dapat memperlancar rencana pekerjaan yang akan datang karena energize ini merupakan tahap awal penyambungan listrik kepada pelanggan konsumen tegangan tinggi (KTT)," tutur Budi Ari.
Sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) yang disepakati oleh PLN dan PT CMP, tutup Budi Ari, pada tahap awal ini pihaknya akan menyuplai daya sebesar 118 MVA, dari yang direncanakan total kebutuhan kapasitas listrik smelter Ceria sebesar 414 MVA untuk keperluan operasional pemurnian smelter nikel yang ada di Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka.

