Bahan Baku Melimpah, Pemerintah Dorong Industri Bioavtur
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia tengah mendorong industri bioavtur sebagai bahan bakar ramah lingkungan untuk pesawat terbang. Keinginan tersebut didukung jumlah bahan baku yang melimpat di Indoensia.
Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, Indonesia memiliki minyak kelapa sawit (palm oil) dan minyak jelantah (used cooking oil) besar sebagai bahan baku pembuatan bioavtur.
Saat ini, dia mengatakan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) sudah mempunyai roadmap produksi dan penggunaan bioavtur ini, sehingga tinggal pengembangannya saja.
Baca Juga
“Secara resource kita sudah punya, sehingga tinggal menggunakan saja. Di dalam roadmapnya Kemenkomarves sudah ada, dan itu palm based dulu, baru nanti proses ke used cooking oil,” jelas Eniya saat ditemui di Jakarta Convention Center, Kamis (4/7/2024).
Eniya menerangkan, penggunaan bioavtur untuk pesawat terbang tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, ada standard internasional yang mengatur hal itu, tremasuk di antaranya soal berapa persen penggunaan kelapa sawit atau minyak jelantah dalam produksi bioavtur tersebut.
“Kita minta Pertamina untuk accelerate ini. Pertamina sudah menjalin kolaborasi dengan Airbus dan Boeing. Jadi itu nanti diuji di sistem aviation-nya. Kalau itu sesuai dengan standar, ya sudah itu nanti tinggal negosiasi secara teknis masuk kepada standar internasional,” ujar dia.
Baca Juga
Sustainable Aviation Fuel (SAF) Mengangkasa, Bioavtur Pertamina untuk Penerbangan Ramah Lingkungan
Eniya menyebutkan, untuk saat ini, pemerintah akan lebih mendorong penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan bioavtur ketumbang minyak jelantah. Pasalnya, Indonesia belum bisa mengontrol penggunaan minyak jelantah untuk produksi bioavtur.
“Kita sebetulnya punya used cooking oil jumlah besar, tapi belum terkontrol gitu ya. Nanti mungkin ada regulasi yang bisa mengontrol. lalu potensi untuk palm based itu banyak sekali yang bisa digunakan,” papar Eniya.
Kendati demikian, Eniya mengatakan pihaknya juga sedang melakukan kajian untuk sumber lain yang berpotensi digunakan untuk bahan bioavtur.
Selain minyak jelantah dan sawit, sebelumnya Kemenkomarves mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah merancang peta jalan pemanfaatan bahan baku minyak kelapa untuk diolah menjadi bioavtur.

