Hilirisasi di Industri Kelapa Sawit Ciptakan Pusat Ekonomi Baru di Luar Jawa
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa hilirisasi di industri kelapa sawit telah mampu menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa. Salah satunya adalah Kuala Tanjung, Dumai, Pangkalan Bun, Kumai, hingga Pasangkayu Sulawesi Barat.
Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang pernyataannya dibacakan oleh Putu Juli Ardika, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dalam kesempatan Focus Group Discussion bertema “Hilirisasi Industri Kelapa Sawit dalam rangka Memperkuat Perekonomian Nasional serta Mempertegas Posisi Indonesia sebagai Main Player Sektor Industri Minyak Nabati Skala Global”. FGD ini digelar oleh Investortrust.id di Aula Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (20/6/2024).
“Keberadaan pabrik hilir kelapa sawit ini telah mampu menciptakan pusat – pusat pertumbuhan ekonomi regional baru, di luar pulau Jawa antara lain Kuala Tanjung, Dumai, Pangkalan Bun, Kumai, hingga Pasangkayu Sulawesi Barat,” kata Menperin yang diwakili Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika.
Baca Juga
Menperin Sebut Industri Kelapa Sawit Jadi Penghela Perekonomian, Ini Buktinya
Disampaikan Menperin, saat ini terdapat sekitar 254 juta ton tandan buah segar kelapa sawit yang diolah menjadi sekitar 51 Juta ton minyak kelapa sawit mentah (CPO/CPKO) sebagai komoditas ekspor serta bahan baku industri. Minyak kelapa sawit mentah kemudian diolah menjadi berbagai aneka produk hilir bernilai tambah tinggi, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan diekspor ke berbagai negara, antara lain Asia Selatan, Asia Timur, Timur Tengah, hingga Uni Eropa.
Berikutnya berdasarkan Data Kemenperin akhir tahun 2023 menyebutkan kapasitas terpasang pabrik minyak goreng sawit nasional sekitar 46 juta ton/tahun, disusul dengan pabrik oleofood sekitar 4,2 juta ton/tahun, pabrik pleokimia sekitar 11,8 juta ton/tahun, dan pabrik biodiesel diperkirakan berkapasitas terpasang sekitar 20,7 juta KL/tahun.
Masih menurut Menperin, dalam rangka meningkatkan nilai strategis industri pengolahan kelapa sawit dan memberikan kepastian serta kemudahan dalam menentukan identifikasi teknis setiap komoditas turunan kelapa sawit, Kemenperin cq. Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah menyelesaikan proses penyusunan Rancangan Permenperin tentang Klasifikasi Komoditas Turunan Kelapa Sawit.
Baca Juga
Industri Kelapa Sawit Indonesia Hadapi Berbagai Tantangan, Apa Saja?
“Rancangan Permenperin dimaksud telah selesai diharmonisasi bersama kementerian dan lembaga terkait dan saat ini sedang dalam tahap pengundangan, segera setelah selesai tahap pengundangan diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan hilirisasi industri kelapa sawit, serta penyusunan kebijakan di bidang fiskal dan ekspor atas komoditas turunan kelapa sawit,” ujar Menperin.
Dalam kesempatan yang sama Menperin juga mengapresiasi inisiatif investortrust.id dan yang telah merencanakan dan menyelenggarakan acara FGD. Sehingga berkumpul sejumlah komponen pentahelix bangsa, mulai dari academician, businessman/women, government offficer, reputable media, dan civil society, yang akan bersinergi untuk mendukung pertumbuhan sektor industri kelapa sawit demi kepentingan bangsa Indonesia yang lebih besar.
“Kami mengharapkan agar tercipta diskusi yang konstruktif untuk membentuk rumusan usulan kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi industri kelapa sawit secara komprehensif. Tentunya usulan kebijakan tersebut tidak hanya pada ranah pembinaan Kementerian Perindustrian semata, namun terkait dengan ranah kewenangan Kementerian/Lembaga lainnya, sehingga diperlukan koordinasi dan sinkronisasi lintas kementerian dan lembaga khusunya di lingkup Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian,” kata Menperin.

