Clean Amonia Jadi Strategi Pupuk Indonesia Terapkan Industri Ramah Lingkungan
JAKARTA, investortrust.id - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjadikan clean ammonia sebagai solusi untuk menghadirkan industri yang ramah lingkungan atau emisi rendah karbon. Apalagi Pupuk Indonesia merupakan pemain utama amonia di Asia Pasific, Timur Tengah, dan Afirka Utara.
Pupuk Indonesia diketahui menguasai sekitar 4% produksi amonia global atau setara dengan 7 juta ton per tahun. Seluruh produksinya green amonia atau menghasilkan emisi karbon.
"Saat ini aspirasi Pupuk Indonesia adalah melakukan dekarbonisasi bisnis eksisting dan mengembangkan bisnis baru, yaitu clean ammonia," ucap VP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Cindy Sistyarani kepada investortrust.id, Rabu (29/5/2024).
Baca Juga
Pupuk Kaltim Siapkan 365.364 Ton Pupuk Subsidi untuk Tiga Wilayah Ini
Sejumlah upaya tersebut, terang dia, Pupuk Indonesia berhasil menurunkan emisi karbon tahun 2023, yakni sebesar 1,55 juta ton. Angka tersebut pun telah melampaui target perusahaan sebanyak 1,21 juta ton pada 2023.
"Jadi penurunan itu berasal dari optimalisasi dan efisiensi konsumsi energi utilisasi renewable energy, co-firing biomassa, solusi berbasis alam, hingga revitalisasi sejumlah pabrik. Kami berkomitmen untuk melakukan itu, amonia bersih di pupuk terdiri dari blue ammonia dan juga green amonia. 2023-2025, kita sudah buat roadmap dan mudah-mudahan 2026 bisa terwujud bertahap," imbuh Cindy.
Baca Juga
Jokowi Pastikan Pemerintah Lunasi Utang Subsidi Pupuk Rp 10,48 Triliun
Dalam upaya menekan emisi karbon, Pupuk Indonesia berhasil meraih penghargaan Transparansi dan Penurunan Emisi Korporasi Tertinggi 2024 dengan predikat 'Green' dan kategori 'Platinum' yang dihelat oleh investortrust dengan Bumi Global Karbon (BGK).
"Ini (penghargaan) akan menjadi penyemangat bagi Pupuk Indonesia atas kerja-kerja kami untuk bisa mewujudkan industri pupuk dan kimia yang lebih ramah lagi untuk lingkungan," ungkapnya.

