ESDM: Ada Investor Tertarik Kembangkan Energi Laut di Selat Larantuka
JAKARTA, Investortrust.id – Terdapat beberapa investor yang tertarik untuk mengembangkan dan memanfaatkan energi laut di Selat Larantuka untuk dikonversi menjadi sumber energi listrik.
“Terdapat beberapa investor yang tertarik untuk mengembangkan PLT Arus Laut di Selat Larantuka, di antaranya Tidal Bridge dari Belanda dengan PLN, serta NOVA Innovation dari Inggris dengan PT Pertamina Power Indonesia,” kata Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan (EBT) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Feby Misna Selasa (05/12/2023).
Baca Juga
SDA Melimpah Tapi Tertinggal di Pemanfaatan EBT, Ada Masalah Apa
Terkait nilai investasi, Feby menjelaskan masih dalam tahap perencanaan awal. Mengutip Jurnal Oseanografi, Selat Larantuka berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Pada bagian sentral Selat Larantuka terdapat Sempitan Gonzales yang memiliki potensi arus laut untuk dikembangkan sebagai pembangkit listrik
Di sisi lain, Kementerian ESDM telah menyiapkan regulasi bagi investor yang tertarik untuk memanfaatkan energi laut berupa Perpres No. 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.
“Saat ini telah terdapat Perpres No. 112 Tahun 2022 Tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik, yang mengatur mekanisme pengembangan ET (Energi Terbarukan) dan harga pembelian tenaga listrik ET, antara lain PLTP, PLTA/M, PLTS, PLTB, PLTBm, dan PLTBg,”jelasnya.
Baca Juga
Demi Energi Bersih, 75% Tambahan Pembangkit PLN Berbasis EBT
Namun, Feby menjelaskan Perpres 112/2022 tersebut belum mengatur harga pembelian tenaga listrik dari PLT energi laut, sehingga mekanisme jual beli listriknya saat ini menggunakan skema Business to Business dengan PLN.
“Di dalam Perpres 112/2022 tersebut belum mengatur harga pembelian tenaga listrik dari PLT energi laut sehingga mekanisme jual beli listriknya menggunakan skema Business to Business dengan PLN,” paparnya.
Wilayah laut Indonesia menyimpan potensi energi sebesar 63 GW, yang terdiri dari ocean thermal energy conversion/ OTEC (41 GW), energi arus laut (20 GW), dan energi gelombang laut (2 GW). Angka ini belum termasuk potensi tidal waves, offshore wind, seawater floating solar PV, dan energi baru lainnya. Melalui pemanfaatan energi laut, diharapkan Indonesia dapat menyumbang penurunan emisi dan berkontribusi dalam pencapaian target Net Zero Emission 2060. (CR-4)

