Ekonom: Pasar Takjil di Benhil Bisa Jadi Pengungkit Perekonomian
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom senior Indef (Institute for Development of Economis and Finance) Aviliani menyatakan harapannya agar pusat-pusat jajanan atau kini menjadi pusat Takjil seperti yang ada di Pasar Bendungan Hilir Jakarta Pusat bisa diperbanyak, agar bisa menjadi pendorong perekonomian rakyat skala kecil, sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi.
“Pasar takjil seperti yang ada di Benhil ini bisa menghidupkan perekonomian rakyat. Sebaiknya ajang perekonomian skala kecil seperti ini tak hanya digelar pasa saat bulan Puasa, namun di setiap event harus ada,” kata Avi, demikian sapaan akrabnya, saat mengunjungi Pusat Takjil di Pasar Benhil, Sabtu (6/4/2024), usai berolah raga jalan kaki sejauh 6 km bersama Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) yang juga Managing Director Sinar MasSaleh Husin dan para pimpinan redaksi media massa. Ikut pula berpartisipasi dalam olah raga ringan tersebut, Spesialis Pulmonologi dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, dr Danche Theno.
Dalam kesempatan tersebut, Avi juga berharap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bisa memberikan perhatian pada pusat-pusat jajanan skala kecil ini, dan menghidupkan sentra jajanan serupa di daerah lain.
Baca Juga
Koki Selebritas Ini Berbagi Resep Takjil Sehat dan Rendah Gula
“Jika DKI Jakarta terdiri atas empat wilayah, setidaknya perlu diadakan 4 pusat jajanan serupa di tiap wilayah, sehingga akan ada 16 pusat jajanan yang nanti akan menghidupkan perekonomian masyarakat,” tuturnya.
Avi juga menyoroti pentingnya penataan arus kendaraan di sekitar pasar takjil yang ramai dikunjungi pembeli saat jelang berbuka puasa, demi memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung. “Perlu juga disediakan tempat duduk bagi pengunjung agar mereka merasa nyaman dan bisa berbelanja lebih banyak,” ujar Avi.
Avi sendiri mengaku mengincar jajanan Empek-empek di Pusat Takjil tersebut. Satu jajanan yang ia sebut unik dan mewakili daerah asalnya, adalah kue khas Padang, lemang. Lemang tersebut dijual dengan kemasan bambu yang dibakar. Harga satu bambu lemang bisa diperoleh pengunjung dengan kisaran harga Rp 60 ribu.

