Garap Proyek Hijaunesia, Indonesia Power Bangun Pembangkit EBT 1,06 GW
JAKARTA, investortrust.id - PT PLN Indonesia Power membidik proyek Hijaunesia dengan pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) kapasitas 1,06 GW tahun ini. Proyek ini merupakan bagian dari transisi energi yang sedang digenjot pemerintah.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN IP Bernadus Sudarmanta memaparkan, proyek Hijaunesia ini terdiri atas pembanguna 1 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 60 MW turbin angin.
Baca Juga
Pemerintah Gencar Kembangkan Pembangkit Listrik EBT, Rekomendasi Beli Saham KEEN dan ARKO
“Ditargetkan sampai 2024, perseroan bisa menyelesaikan 500 MW di lima lokasi. Tiga PLTS terapung (floating base) dan dua lainnya land base. Jadi ini bertahap pengembangannya. Sisanya masih dalam proses,” ujar Bernadus saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Rabu (31/1/2024).
Disebutkan Bernadus, lokasi yang akan dijadikan PLTS terapung tersebut adalah di Jawa Barat, yakni di Jatigede, Mungkur, dan Kedung Ombo. Masing-masing akan memiliki daya 100 MW.
Kendati demikian, Bernadus tidak memungkiri bahwa ada sejumlah tantangan dan hambatan dalam pengerjaan proyek Hijaunesia ini. Di antaranya terkait dengan penyediaan lahan, perizinan, hingga pendanaan.
Baca Juga
“Memang salah satu yang kita coba selesaikan itu kan dilema antara biaya dengan tuntutan local content. Kita juga diminta memenuhi peraturan TKDN, tapi di satu sisi harus memenuhi target tarif yang sudah diatur dalam Perpres,” jelas Bernadus.
Selain itu, terdapat tantangan dari PLN sendiri yang masih melakukan optimasi system, karena dengan masuknya PLTS yang intermitten membuat PLN harus menghitung kembali dampak terhadap stabilitas sistem.
“Jadi tantangan itu yang menyebabkan kita tidak serta merta mendapatkan karpet merah ketika RNE Utility akan dibangun. Jadi mesti ada kompromi kesepakatan bersama bagaimana green atau energi transition dapat tercapai, tapi juga keekonomiannya, stabilitas, dan sustainability bisa terjaga,” pungkas dia.

