Grup Bakrie Ungkap Strategi Baru Memacu Populasi Bus dan Truk Listrik
JAKARTA, investortrust.id – Kelompok usaha Bakrie (Grup Bakrie) mendorong penggunaan transportasi publik dan logistik berbasis listrik dengan mengembangkan fasilitas dan produksi bus maupun truk listrik.
CEO Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya N. Bakrie mengatakan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang tengah gencar dilakukan Grup Bakrie, melalui anak usahanya PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) bertujuan mendukung transisi energi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
‘’Sejak pengembangan ekosistem kendaraan listrik kami lakukan, industri dan bengkel karoseri di Magelang yang sebelumnya sempat slow down, kini punya harapan baru dan berfikir retrofit dari bisnis diesel ke electric,’’ papar Anin dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin media massa nasional di Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Diketahui, saat ini VKTR memiliki fasilitas perakitan kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 3.000 unit per tahun. Pengembangan bus dan truk listrik tersebut turut melibatkan pelaku usaha lokal.
Baca Juga
Bakrie & Brothers (BNBR) Mengakselerasi Sustainable Business
Anin menyebut, pihaknya telah memasok 52 bus listrik yang saat ini telah dioperasikan oleh PT TransJakarta. Dikatakan Anin, bus-bus tersebut telah mengangkut 15 juta penumpang sejauh 3 juta kilometer keliling Jakarta, serta menghemat seperempat polusi Jakarta.
‘’Itu baru 52 bus, bisa dibayangkan bila jumlahnya mencapai 10 ribu bus. Jadi pengembangan bus dan truk listrik ini mendatangkan impact full dari sisi ekonomi, impact full dari sisi public transportation dan impact full dari sisi lingkungan,’’ imbuh Anin yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia.
Saat ini Anin menyebut, untuk Jakarta saja terdapat potensi pengembangan bus listrik sebanyak 10.000 unit dan sebesar 250.000 unit untuk seluruh Indonesia. ‘’Selain itu banyak yang belum tahu, ada potensi 5,5 juta unit truk listrik yang bisa digarap,’’ urainya.
Diakui, potensi ini bukan milik Grup Bakrie sepihak, sebab pemain bisnis kendaraan listrik terus bertumbuh. Namun Anin memastikan Grup Bakrie harus memegang pangsa pasar terbesar untuk bus maupun truk listrik.
Sistem Sewa
Dalam rangka menggarap potensi kebutuhan kendaraan listrik di masa datang, Grup Bakrie berkomitmen untuk terus mengembangkan fasilitas produksinya. Strategi pengembangan pasar dengan meningkatkan populasi bus dan truk listrik juga diterapkan, salah satunya menggunakan sistem sewa.
Diakui Anin, penggunaan bus dan truk listrik di Tanah Air masih terkendala dengan investasi awal. Karena harga kendaraan listrik lebih malah ketimbang kendaraan yang mengkonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Padahal sebenarnya untuk penggunaan jangka panjang kendaraan listrik jauh lebih ekonomis ketimbang kendaraan diesel.
Baca Juga
Anindya Bakrie Beberkan Potensi Ekonomi Indonesia dan Asean di Hong Kong–Asean Summit 2023
Dia mencontohkan, harga satu unit bus diesel seharga 1X, sementara harga bus listrik seharga 1,5X. Namun dalam tempo enam tahun penggunaan selisih harga beli tersebut sudah tertutupi, atau break even point karena biaya rupiah per kilometer kendaraan Listrik lebih murah dari kendaraan BBM. Sehingga tahun-tahun berikutnya pemilik akan menikmati murahnya bus listrik.
‘’Tapi kembali lagi tidak semua orang punya kemampuan menambah investasinya untuk membeli kendaraan listrik dari diesel,’’ ujarnya
Untuk mengatasi masalah investasi awal ini, Grup Bakrie berencana menawarkan solusi baru dengan sistem sewa. ‘’Kita akan siapkan pendanaanya untuk pembelian kendaraan listrik, pengguna tinggal menyewa sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan investasi besar,’’ pungkas Anin. (PD)

