Kemenekraf Bidik China Jadi Pasar Baru Industri Kreatif Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong perluasan pasar industri kreatif Indonesia ke China. Fokus kerja sama diarahkan pada ekspor talenta, intellectual property (IP), konten kreatif, serta pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar mengatakan, China dapat menjadi salah satu pasar strategis bagi talenta kreatif Indonesia. Peluang tersebut mencakup pengembangan konten, sertifikasi, hingga akses distribusi ke pasar internasional.
“Kami ingin talenta Indonesia tidak hanya menjadi bagian dalam ekosistem global, tetapi sebagai kreator utama yang membawa cerita, budaya, dan IP Indonesia ke panggung dunia,” kata Irene dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).
Menurut Irene, kerja sama Indonesia dan China akan diarahkan pada tiga bidang utama. Ketiganya meliputi internasionalisasi talenta dan IP Indonesia, pengembangan AI creative content, serta penciptaan ekosistem esports.
Kemenekraf juga melihat perkembangan kecerdasan buatan (AI) sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas industri kreatif. Namun, pemanfaatannya tetap perlu diikuti perlindungan terhadap karya, identitas, wajah, dan suara talenta Indonesia.
Baca Juga
Kemenekraf Dorong Talenta Teknologi Baru di Indonesia Tembus Pasar Asia
“AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat kemampuan kreator dan meningkatkan produktivitas, tetapi pada saat yang sama harus dipastikan hak dan perlindungan terhadap talenta Indonesia,” ujar Irene.
Di sisi lain, Negeri Tirai Bambu dinilai dapat menjadi akselerator bagi talenta Indonesia untuk memperoleh eksposur dan akses pasar global. Pengalaman sejumlah talenta Asia Tenggara di industri hiburan China menunjukkan peluang peningkatan basis penggemar dan pengenalan IP.
Selain membuka akses pasar, pembahasan kerja sama mencakup pengembangan pelatihan dan sertifikasi produksi konten. Kedua pihak juga menjajaki pembangunan pusat IP dan akses distribusi global untuk memperkuat rantai industri kreatif Indonesia.
Kemenekraf menilai peluang tersebut perlu diterjemahkan menjadi program yang konkret dan terukur. Karena itu, pembahasan lanjutan akan dilakukan oleh tim teknis Indonesia dan China untuk menentukan bentuk kerja sama yang dapat dijalankan.
