Wamendag: Rasio Wirausaha RI Baru 3,29%, Perlu Tembus 10% untuk Jadi Negara Maju
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menyoroti pentingnya keterlibatan wirausaha muda sekaligus penguatan ekosistem waralaba (franchise) lokal sebagai pilar utama akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kondisi saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia baru mencapai 3,29% dari total angkatan kerja. Sementara untuk menjadi negara maju, rasio tersebut harus mencapai minimal 10-12%. Hal tersebut disampaikan Wamendag Roro saat membuka secara resmi Pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 di Bandung, Jawa Barat.
“Perluasan kesempatan berusaha menjadi agenda penting sebab waralaba merupakan model bisnis yang efektif dalam mempercepat lahirnya wirausaha baru. Waralaba bersifat terstandarisasi dan mudah direplikasi. Terkait hal itu, kita perlu meningkatkan dukungan untuk kewirausahaan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi,” jelas Wamendag Roro dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/5/2026).
Perekonomian Indonesia pada triwulan I-2026 menunjukkan kinerja yang tetap solid dengan pertumbuhan sebesar 5,61% (y-on-y) dengan konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang utama sebesar 54,36%. Sementara itu, Provinsi Jawa Barat mencatat pertumbuhan sebesar 5,79% (y-on-y).
Hal ini mencerminkan dinamika positif dari aktivitas ekonomi masyarakat yang ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Berdasarkan data Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) yang diolah Kementerian Perdagangan, sampai dengan April 2026, telah diterbitkan sebanyak 165 STPW Pemberi Waralaba Dalam Negeri dan 162 Pemberi Waralaba Luar Negeri.
Adapun Kota Bandung sebagai pusat kegiatan ekonomi di Jawa Barat memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan kewirausahaan, khususnya di sektor perdagangan, industri, dan pariwisata. Kondisi tersebut diharapkan dapat menciptakan berbagai jenis wirausaha dari berbagai sektor sehingga dapat menjadi penopang perkembangan ekonomi nasional.
Baca Juga
Indonesia Franchise Week 2025 Digelar, Jadi Momen UMKM Naik Kelas Lewat Bisnis Waralaba
Kementerian Perdagangan menetapkan tiga program prioritas, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal Untuk Global. Wamendag Roro menyambut baik penyelenggaraan IFBC 2026 di Bandung ini yang sejalan dengan prioritas tersebut, khususnya dalam upaya pengamanan pasar domestik dan menumbuhkan semangat kewirausahaan.
“Kami menyambut baik gelaran IFBC 2026 Bandung ini dan turut mengajak pelaku usaha waralaba untuk tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga berani go global dengan memanfaatkan fasilitasi dari 25 Atase Perdagangan, Konsulat Dagang, serta 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang dimiliki pemerintah. Fasilitasi business matching dapat membantu meningkatkan jejaring dan memperluas usaha,” tambahnya.
Wamendag Roro juga mengimbau pelaku usaha peserta pameran untuk memastikan telah memiliki STPW sebelum menggunakan istilah dan logo “Waralaba” pada brosur, website, media sosial, maupun perjanjian kerja sama. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dan bijak dalam memilih penawaran bisnis dengan menggunakan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis.
“Saat memutuskan waralaba, pertimbangkan dulu 2L; legal dan logis. Kami berharap, masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau klaim bebas risiko. Pada hakikatnya, setiap usaha memiliki dinamika dan risikonya masing-masing,” tandas Wamendag Roro.

