Dorong Bisnis Berkelanjutan, Universitas Mercu Buana Gelar Pelatihan Pemberdayaan UMKM
Poin Penting
|
TANGERANG SELATAN, investortrust.id - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Mercu Buana menyelenggarakan kegiatan "Pelatihan Pendampingan Usaha Kepada Masyarakat" bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Acara telah dilangsungkan di Aula Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan peningkatan kapasitas serta memberdayakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di wilayah tersebut.
Acara dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM setempat yang didominasi oleh kaum perempuan atau ibu-ibu. Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan didukung oleh Lurah Kademangan, Masduki.
Dalam siaran pers Minggu (24/5/2026) dikatakan bahwa dalam pelatihan ini, Universitas Mercu Buana menghadirkan empat dosen ahli sebagai narasumber utama untuk memberikan solusi atas berbagai hambatan yang sering dihadapi UMKM. Pemaparan materi diawali oleh Janfry Sihite yang menyoroti rahasia agar UMKM bisa "naik kelas" melalui pengelolaan keuangan yang cerdas. Ia memberikan panduan praktis pemisahan uang pribadi dan usaha serta pencatatan keuangan agar usaha tidak mengalami kebocoran dana dan menjadi usaha yang bankable (layak mendapat akses perbankan).
Baca Juga
BRI bersama Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali Melalui Akad Massal KUR 1.000 UMKM
Lalu Agustinus Hariadi DP yang menjelaskan tentang pentingnya penerapan rantai pasok (supply chain) dan pembenahan proses bisnis. Ia memaparkan bahwa hambatan utama UMKM saat ini didominasi oleh masalah pemasaran, tata kelola, dan rantai pasok yang tidak terstruktur. Penguatan proses bisnis mulai dari promosi, penerimaan pesanan, hingga pengadaan bahan baku dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas akses pasar.
Pada sesi berikutnya, Tukhas Shilul Imaroh membahas mengenai tata cara mewujudkan produksi yang berkualitas dan berkelanjutan. Beliau menekankan pentingnya UMKM memiliki Standard Operating Procedure (SOP) produksi, pengendalian kualitas (quality control), manajemen penyimpanan bahan baku menggunakan sistem FIFO (First In First Out), hingga perlunya menjaga kebersihan agar produk memiliki rasa dan kualitas yang konsisten.
Baca Juga
Sebagai penutup sesi pemaparan materi, Dipa Mulia memberikan edukasi terkait perilaku masyarakat dalam pembelian produk ramah lingkungan. Materi ini mengajak pelaku UMKM untuk melakukan upaya pelestarian lingkungan yang sederhana melalui prinsip Reduce, Reuse, Recycle, seperti beralih dari penggunaan sedotan plastik dan styrofoam ke kemasan dan wadah yang dapat dipakai berulang.
Rangkaian acara ini tidak hanya diisi dengan presentasi dari para dosen, tetapi juga dimeriahkan dengan sesi tanya jawab interaktif, serta dilanjutkan dengan diskusi kelompok kecil dan pengisian kuesioner sebagai evaluasi program. Melalui pengabdian masyarakat ini, Universitas Mercu Buana berharap UMKM di Kelurahan Kademangan dapat semakin berkembang, mampu bersaing secara mandiri dengan tata kelola bisnis yang lebih baik, serta turut peduli terhadap pelestarian lingkungan.

