Norman Ginting Resmi Jadi Plt Ketua METI untuk Dorong EBT Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Norman Ginting resmi ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt) ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) pada Senin (4/5/2026). Penunjukan Direktur Proyek dan Operasi PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE), subholding energi baru Pertamina, ini memperkuat komitmen organisasi dalam mempercepat transisi energi nasional dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
Penunjukan Norman menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya tantangan ketahanan energi nasional serta tuntutan percepatan transisi menuju energi bersih di tingkat global.
Di bawah kepemimpinan Norman, METI diarahkan untuk memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pengembangan energi baru terbarukan yang lebih terarah, inklusif, dan berdampak nyata. Transisi energi kini dipandang tidak hanya sebagai agenda penurunan emisi karbon, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis energi bersih.
Baca Juga
Pertamina Percepat Transisi Energi di Tengah Gejolak Global, Produksi EBT Tembus 8.743 GWh
“METI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan transisi energi nasional yang terarah dan berdampak nyata. Pengembangan energi baru terbarukan harus menjadi fondasi ketahanan dan kemandirian energi Indonesia, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, penciptaan lapangan kerja hijau, serta penguatan kapasitas industri dan teknologi nasional,” ujar Norman dikutip Rabu (6/5/2026).
Norman mengatakan ke depan METI akan menjadi wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mempercepat berbagai agenda strategis energi baru terbarukan. Program prioritas yang akan didorong mencakup pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW), implementasi bioetanol E20 atau campuran bensin dengan 20% etanol, sustainable aviation fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat berkelanjutan, panas bumi, biomassa, cofiring, hingga pengolahan sampah menjadi energi.
Menurut dia, pengembangan sektor-sektor tersebut penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pengembangan energi terbarukan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Bangun Industri Energi Bersih Nasional
Selain mendorong proyek energi baru terbarukan, METI juga akan mengambil peran lebih aktif dalam membangun ekosistem industri energi bersih nasional. Norman menegaskan Indonesia harus melampaui peran sebagai pasar teknologi. Menurutnya, Indonesia perlu berkembang menjadi pengembang, produsen, operator, sekaligus inovator teknologi energi bersih yang mampu bersaing di tingkat global.
Baca Juga
Ia juga menyoroti pentingnya dampak ekonomi dari pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk penciptaan lapangan kerja hijau, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan rantai pasok industri dalam negeri. Pendekatan ini dapat memastikan transisi energi tidak hanya berorientasi pada target lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai rumah kolaborasi transisi energi nasional, METI akan terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat implementasi energi baru terbarukan dan mewujudkan ketahanan energi Indonesia.

