Singapura Jadi asal Investor Asing Terbesar di RI Triwulan I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah mengumumkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan pertumbuhan 8,5% pada Triwulan I 2026 dengan nilai Rp250 triliun. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memaparkan Singapura masih menjadi negara asal investasi terbesar secara administratif bagi Indonesia.
"Kalau kita lihat selama 10 tahun terakhir ini Singapura konsisten dari segi pencatatannya menjadi negara terbesar FDI (Foreign Direct Investment) ke Indonesia, yaitu Singapura kurang lebih US$4,6 miliar," jelas Rosan dalam konferensi pere di kantor BKPM, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Namun, Rosan memberikan sorotan khusus pada akumulasi modal dari wilayah Asia Timur. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Hong Kong dengan US2,7 miliar dan Tiongkok dengan US2,2 miliar.
"Sehingga kalau ini kita gabung antara Hong Kong dan Tiongkok, mereka menjadi investor terbesar Indonesia kurang lebih US$4,9 miliar," tegas Rosan. Peringkat berikutnya diikuti oleh Amerika Serikat di posisi keempat dan Jepang di posisi kelima.
Baca Juga
Pemerintah Umumkan Realisasi Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp 498,8 Triliun
Negara-negara lain yang turut mengisi jajaran investor utama antara lain Korea Selatan, Malaysia, dan Belanda. Tren ketertarikan investor global ini juga terlihat sangat kuat pada sektor-sektor yang memberikan nilai tambah tinggi.
Di sektor hilirisasi secara spesifik, daftar negara investor tidak banyak berubah. Singapura mengucurkan Rp35,9 triliun, diikuti Hong Kong Rp22,9 triliun, Tiongkok Rp17,5 triliun, Jepang Rp4,6 triliun, dan Amerika Serikat Rp4,3 triliun.
Kepercayaan investor mancanegara ini tidak hanya mengalir ke sektor tambang. Sektor jasa modern juga mulai dilirik.
"Diikuti oleh jasa lainnya seperti pusat data (data center) dan yang lain-lain itu Rp64,2 triliun," kata Rosan merujuk pada sektor yang menjadi pilihan favorit kedua investor saat ini.

