Pemerintah Umumkan Realisasi Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp 498,8 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi nasional pada Triwulan I 2026 tetap tangguh di tengah tantangan global. Total realisasi investasi pada periode Januari-Maret ini mencapai Rp 498,8 triliun, atau tumbuh sebesar 7,2% secara tahunan (year-on-year).
"Boleh saya sampaikan bahwa target investasi pada triwulan pertama 2026 alhamdulillah tercapai dalam lebih sedikit," ujar Rosan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga
Lampaui Target, Rosan Ungkap Realisasi Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp 498,79 Triliun
Ia menambahkan capaian ini telah memenuhi sekitar 24,4% dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 2.041,3 triliun.
Investasi pada awal tahun ini juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Rosan mencatat adanya penyerapan tenaga kerja sebanyak 706.569 orang, yang mencerminkan peningkatan signifikan sebesar 18,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi komposisi, penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp 250 triliun (50,1%), sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 248,8 triliun.
“Kalau kita lihat memang dari penanaman modal asingnya meningkat 8,5% dan dalam negerinya meningkat 6,0%," jelasnya.
Kejutan terjadi pada sebaran lokasi. Jakarta kini menempati urutan pertama menggeser Jawa Barat (Jabar).
"Kalau kemarin biasanya Jawa Barat, tetapi kali ini Jakarta sebagai investasi yang masuk baik itu dalam negeri maupun luar negeri kurang lebih 15,8% atau Rp 78,7 triliun," kata Rosan.
Baca Juga
Rosan Ungkap Industri Logam Dasar Jadi Sektor Penyumbang Investasi Terbesar RI
Pemerataan investasi antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa pun kian seimbang. Investasi di luar Jawa mencapai Rp 251,3 triliun (50,4%), sedangkan di Pulau Jawa sebesar Rp 247,5 triliun. Menurut Rosan, selisih antarwilayah tersebut kini relatif sangat kecil, yakni hanya berkisar Rp 4 triliun saja.
Menutup paparannya mengenai capaian umum, Rosan menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Alhamdulillah ini tercapai karena kontribusi dari investasi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia itu biasanya mencapai kurang lebih 28-29%, tapi kami melihat ini bisa kontribusinya makin meningkat ke depannya," katanya.

