Rosan Ungkap Industri Logam Dasar Jadi Sektor Penyumbang Investasi Terbesar RI
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan lima sektor terbesar penyumbang investasi ke Indonesia di kuartal I - 2026. Sektor industri logam dasar atau barang logam, termasuk smelter menjadi sektor penyumbang investasi terbesar di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Rosan seusai bertemu dan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai realisasi investasi kuartal I-2026 di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga
Lampaui Target, Rosan Ungkap Realisasi Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp 498,79 Triliun
"Itu di Industri logam dasar atau barang logam, ya itu seperti smelter yang lain-lain," kata Rosan.
Rosan membeberkan, sektor jasa dan lainnya menjadi penyumbang investasi terbesar kedua setelah industri logam dasar. Investasi di sektor jasa dan lainnya pada kuartal I-2026 mencapai 64,2 triliun. Kemudian, sektor pertambangan menyumbang investasi sebesar Rp 51,9 triliun, sektor perumahan dan kawasan industri RP 47,9 triliun, serta sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi mencapai Rp 45,4 triliun.
Rosan menyatakan telah melaporkan kepada Prabowo bahwa realisasi investasi kuartal I-2026. Dikatakan, realisasi investasi pada kuartal tersebut mencapai Rp 498,79 triliun. Angka itu melampaui target yang ditetapkan, yakni Rp 497 triliun dan naik 7,22% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 465 triliun.
Dari negara asal penanaman modal asing, Singapura masih menempati posisi teratas dengan realisasi sebesar US$ 4,6 miliar disusul Hongkong US$ 2,7 miliar, China US$ 2,2 miliar, Amerika Serikat (AS) US$ 1,7 miliar, dan Jepang US$ 1 miliar.
Baca Juga
Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp 498,79 Triliun, Serap 706.569 Tenaga Kerja
"Dan dalam hal ini investasi yang merupakan realisasi kurang lebih 29% dari total investasi yang masuk ke Indonesia. Tapi ini secara garis besarnya saja. Nanti kami akan melaporkan kepada teman-teman media lebih detailnya," paparnya.
Dari sisi wilayah, investasi di luar Pulau Jawa masih mendominasi dengan 50,37%, sementara investasi di Pulau Jawa sebanyak 49,63% atau sekitar Rp 247,53 triliun.
Meski demikian, Jakarta menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar, yakni 15,76% disusul Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

