Bagikan

RI–China Makin Mesra, Kadin Dorong Kerja Sama Ayam Petelur untuk Dukung MBG

Poin Penting

Kadin menyebut kerja sama Indonesia China kini meluas hingga sektor pangan dan rantai pasok.
Nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 154 miliar dengan investasi lebih 5 miliar dolar AS.
Kolaborasi daerah seperti Aceh ditargetkan produksi 1 juta telur per bulan dukung program nasional.

JAKARTA, investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan penguatan kerja sama ekonomi Indonesia dengan China terus meluas, tidak hanya pada proyek besar, tetapi sektor pangan strategis, seperti industri ayam petelur dan rantai pasok.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyebut hubungan Indonesia–China telah berkembang panjang dan semakin konkret di berbagai level, mulai pemerintah hingga pelaku usaha dan daerah.

Baca Juga

Garap Pasar Eurasia, Kadin Indonesia Bidik Kerja Sama Logistik dan Energi Nuklir

“Ini adalah hari kerja sama Indonesia dengan China. Bahkan tadi dimulai dari kerja sama antara Kadin Provinsi Aceh dengan Integrated Poultry Supply Chain Investment Plan untuk industri ayam petelur,” kata Anindya Bakrie ditemui di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Anindya menjelaskan, hubungan Indonesia dengan China telah terjalin sejak hubungan diplomatik pada 1950, kemudian meningkat menjadi kemitraan strategis pada 2005, dan berlanjut menjadi kemitraan strategis komprehensif sejak 2013.

Dari sisi ekonomi, nilai perdagangan Indonesia–China mencapai US$ 154 miliar pada 2025, dengan realisasi investasi lebih US$5 miliar. Namun, menurutnya, yang kini menjadi sorotan adalah semakin luasnya kerja sama hingga menyentuh kebutuhan domestik, termasuk sektor pangan.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie saat memberikan cinderamata kepada President Beijing Egg Association Wang Zhongqiang dalam Audiensi Strategis Orkestrasi Ekosistem Agroteknologi Tiongkok untuk Penguatan Rantai Pasok MBG Koridor Sumatra yang diselenggarakan di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Source: Investortrust

“Hasilnya hari ini (kerja sama Indonesia dengan China) sampai kepada level provinsi, di mana Indonesia misalnya membutuhkan total sekitar 700 juta telur per bulan, ternyata dari upaya dengan Aceh ini mencoba untuk bisa menghasilkan 1 juta telur per bulan. Ini sangat bagus untuk mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG),” sebut Anindya.

Selain sektor pangan, Kadin juga mendorong penguatan kolaborasi dalam rantai pasok global, terutama di tengah dinamika geopolitik, seperti konflik di Timur Tengah. “Di tengah perang Timur Tengah ini, hubungan Indonesia dan China justru harus semakin kuat, terutama dalam hal supply chain,” kata Anindya.

Dalam rangka memperluas kerja sama tersebut, Kadin menerima undangan dari China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) untuk menghadiri China International Supply Chain Expo yang akan digelar di Beijing pada 21 Juni 2026.

Baca Juga

Prabowo Yakin Aburizal Bakrie Bangga dengan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR Besutan Anindya Bakrie

Kunjungan tersebut juga akan bertepatan dengan APEC CEO Forum, yang dinilai menjadi momentum strategis untuk memperluas kemitraan bisnis Indonesia di tingkat global.

Anindya mengatakan pihaknya akan membawa delegasi pelaku usaha Indonesia guna mendorong lebih banyak kerja sama konkret, baik dalam skala industri besar maupun sektor riil seperti ketahanan pangan. “Supaya bukan hanya industrialisasi besar dan hilirisasi, tetapi juga menyentuh sektor-sektor seperti pangan,” ujarnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024